HOT...!!!!!!!!!!!!

abg

malaysia cipap hot binal kelentit GADIS INDONESIA cewek ngentot video bogel melayu











Saya sangat tertarik dan ingin membagi cerita pada seluruh pembaca. Tentang kenyataan yang ada dan mungkin sering terjadi disekeliling kita. Kelebihan dan kekurangan dari isi cerita ini adalah menurut yang saya alami. Terserah apapun tanggapan dari para pembaca. Dan ucapan terima kasih saya kepada 17thn bila cerita sederhana ini dimuat. Sebutlah nama saya Fandy tetapi teman-teman biasa memanggil saya Andy saja.



Saya mengenal sex bisa dikatakan belum terlalu lama juga. Baru mulai semester 3 semasa duduk dibangku kuliah dulu (saat itu usia saya baru 20 tahun). Kali pertama keperjakaan saya terenggut oleh mbak Dewi (salah seorang karyawati XXX di kampus yang sempat menjadi kekasih saya selama kurang lebih 2 tahun). Semenjak itu sex bagi saya seolah sudah menjadi salah satu kebutuhan utama sehari-hari. Saya seolah terjebak dengan keindahan fantasi kenikmatan surgawi yang mbak Dewi berikan dan ajarkan kepada saya.



Hubungan saya dengan mbak Dewi bisa dibilang lumayan lama juga, dan malahan sampai beberapa kali membuahkan kehamilan. Meski begitu mbak Dewi selalu saja menggugurkannya. Hal ini terjadi berulang sampai lima kali. Gila memang, tetapi entah kenapa mbak Dewi justru sangat menikmati hasil perbuatan saya selama hampir kurang lebih 2 tahun hubungan asmara kami itu berlangsung. Saya tidak tahu apakah itu termasuk suatu penyimpangan perilaku atau bukan. Yang jelas setiap kali terjadi kehamilan dengan bangga ia memberitahukannya kepada saya dan mengatakan bahwa saya adalah pria paling hebat yang pernah dikenalnya.



Bagi saya sendiripun mbak Dewi adalah segala-galanya. Meski secara fisik ia lebih tua hampir 5 tahun dibanding usiaku, namun itu tidak menjadi beban dan halangan bagi saya untuk mengasihi dan menyayanginya sebagai layaknya seorang kekasih. Kuakui saya bukanlah pria pertama dalam kehidupan cintanya, tetapi itu bukan masalah karena saya sangat mencintainya. Memang meski secara resmi kami belum menikah namun untuk masalah sex kami sudah melakukannya sebulan semenjak pertama kali saling berkenalan. Bercinta dengannya seakan tak pernah bosan.



Sex menurutnya adalah suatu keindahan yang setiap saat harus bisa dinikmati. Ibarat nasi, 2 atau 3 hari saja rutinitas intim itu tertunda pasti keesokan harinya mbak Dewi langsung uring-uringan tanpa alasan yang jelas. Kalau sudah demikian hanya ada satu obat paling manjur untuk mengatasinya. Meredamnya dengan buaian-buaian kenikmatan surgawi. Menurutnya saya adalah pria yang paling berharga dan paling menggairahkan dalam hidupnya. Saat itu sudah begitu besar keyakinan dan perasaan cinta saya terhadapnya dan kukira begitu pula sebaliknya. Dan tak pernah terlintas sekalipun di benak saya hubungan indah ini akan berakhir begitu saja.



Sampai suatu ketika, kebetulan saya ada suatu keperluan mendadak yang sangat penting dan harus ke Bandung selama hampir 2 minggu. Mbak Dewi melepas kepergianku dengan berat hati. Ia tak akan sanggup bila terlalu lama berpisah denganku. Saya sendiri sangat memaklumi perasaannya. Bagaimanapun selama ini tiada hari tanpa kami lewati bersama-sama. Saya ingin mengajaknya turut serta namun itu berarti ia harus bolos kerja. Aku tak menginginkan itu jika ia sampai kena teguran lagipula saat itu saya tak meragukan kesetiaannya.



Namun kenyataannya tanpa pernah kuduga sama sekali mbak Dewi melakukan kesalahan besar dan membuat geger karena tertangkap basah sedang melakukan hubungan intim dengan salah seorang dosen senior. Hanya sehari sebelum kedatanganku pulang. Fatalnya mereka melakukannya justru disalah satu ruang kantor ketika pegawai yang lain sedang mengikuti rapat rutin mingguan. Memalukannya lagi kejadian tersebut sempat menjadi tontonan gratis beberapa orang mahasiswa yang kebetulan mengetahui kejadian mesum tersebut.



Terus terang saya sangat kecewa, malu dan sakit hati dengan perbuatannya tersebut. Saya benar-benar tidak menyangka mbak Dewi tega menghianati saya dan berselingkuh dengan orang lain. Saya merasa benar-benar telah tertipu dengan perasaan saya sendiri. Padahal saya sangat menyayangi mbak Dewi sebagaimana layaknya seorang kekasih bahkan calon istri. Saya tidak pernah menghianati cinta saya kepadanya, karenanya ini benar-benar sangat menusuk perasaan. Akhirnya karena terlanjur malu mereka berdua menikah hanya kurang dari 1 minggu semenjak kejadian memalukan tersebut. Mbak Dewi setengah mati berusaha meminta maaf kepadaku atas segala perbuatannya. Dia mengaku khilaf dan meminta pengertianku.



Meski dengan berat hati apapun alasannya saya berusaha memaafkan dan mengikhlaskan semuanya. Saya berusaha untuk tak menemuinya lagi. Hal ini terasa terlalu sangat menyakitkan. Namun anehnya, hanya 2 hari menjelang pernikahannya entah kenapa aku merasa begitu cemburu dan ingin sekali berjumpa dengannya. Seolah tahu akan perasaan dan keinginanku, mbak Dewi ternyata memang telah menunggu kedatanganku. Tidak perlu saya ceritakan detilnya, yang jelas saat itu kembali terulang kemesraan yang biasa kami lakukan sebelum kejadian tak mengenakkan tersebut. Bahkan saking rindunya saya sampai menyebadaninya berulang-ulang kali tanpa henti selama beberapa jam. Apalagi bila melihat kemolekan dan kemulusan kulit tubuhnya yang tergeletak pasrah telanjang bulat diatas ranjang begitu mempesona penglihatanku. Membuat gairah birahiku terus bergelora seakan tak pernah padam.



Kenikmatan demi kenikmatan kami raih dan entah sudah berapa kali kami berdua saling menyemburkan cairan kenikmatan. Rintihan dan erangan kepuasan berulang kali terdengar lembut dari mulut mungilnya yang indah. Kedua bibir merahnya selalu digigitnya gemas setiap kali kuberhasil memberinya seteguk demi seteguk anggur kenikmatan. Seakan pengantin baru hampir sepanjang siang sampai sore kami berdua menikmati indahnya surga dunia meskipun hanya sesaat itu saja. Kusadari sepenuhnya bahwa kemungkinan ini adalah terakhir kalinya kami dapat tidur bersama. Satu yang tak bisa kulupakan hingga detik ini dan sampai kapanpun juga, hasil perbuatan kami tersebut ternyata kembali membuahkan kehamilan. Hanya saja kali ini mbak Dewi sama sekali tidak menggugurkannya sebagai bukti rasa kasihnya kepadaku.



Beruntung suaminya tidak pernah curiga dengan kehadiran anak laki-laki pertama mereka yang mukanya sangat mirip sekali denganku. Saat ini usianya hampir menginjak 4,5 tahun. Hampir 3 minggu kemudian setelah pernikahan mereka kami mulai jarang bertemu apalagi bertatap muka. Di kampus pun mbak Dewi seakan berusaha menghindar bila melihat kedatanganku. Aku berusaha mengerti atas semua sikapnya karena bagaimanapun juga ia sekarang telah menjadi milik orang lain. Aib yang ia alami dulu seolah menjadi trauma yang memalukan baginya. Hari-hari yang biasanya selalu indah ceria seakan berubah dan berbalik 180 derajat. Saya sering melamun dan dilanda rasa cemburu yang berlebihan. Ingin marah tetapi entah kepada siapa.



Pada dasarnya saya bukanlah orang pendendam, sehingga sedikitpun tidak ada keinginanku untuk membalas semua perbuatannya. Hanya saja rutinitas sex yang biasanya saya lakukan hampir setiap hari bersama mbak Dewi seakan terhenti total. Hal ini ternyata sangat mengganggu pikiran dan baru saya sadari setelah sekitar 3 minggu kebiasaan rutin tersebut terhenti. Bagaimanapun saya adalah laki-laki normal yang sebelumnya sudah terbiasa melakukan rutinitas sexual. Saya kira pembaca pasti mengerti apa yang saya maksudkan.



Itulah kenyataannya, pada mulanya saya sering merasa pusing tanpa sebab, sering sampai tidak bisa tidur dan yang paling menyiksa bila alat kelelakian saya hampir setiap saat sering tegang sendiri. Kalo sudah begitu bisa sehari semalam saya tidak bisa tidur sama sekali. Saya sendiri bukanlah pria yang senang bermasturbasi atau onani. Sejak dulu bisa dikatakan hanya sekali atau dua kali saja saya melakukannya sebelum mengenal mbak Dewi. Setelah itu paling sering justru mbak Dewi sendiri yang melakukannya bila ia sudah tak sanggup lagi melayaniku atau kalau kebetulan dia sedang kepingin melakukan oral sex.



Aku hanya tersenyum geli dan mengiyakan permintaannya yang sedikit diluar kebiasaan. Karena terus terang saya lebih senang mengeluarkan air mani saya didalam liang vaginanya. Mungkin karena saat itu saya merasa hanya mbak Dewi saja satu-satunya wanita didalam hidup ini yang paling kucintai, saya mengira hanya mbak Dewi sajalah yang memiliki (maaf) liang vagina paling nikmat di dunia. Lucu memang. Dan setiap kali bahkan sampai kapanpun saya akan selalu teringat atas segala keindahan dan pesona sexual yang dimilikinya.



Bercinta dan bersetubuh dengannya membuatku benar-benar merasa sangat berharga dilahirkan sebagai seorang laki-laki. Saya merasa bangga dan bahagia bisa melihatnya merintih merasakan kenikmatan yang kuberikan dan membuatnya orgasme hingga berkali-kali. Mbak Dewi sangat menyukai perlakuanku setiap kali aku memuasinya. Mungkin saja dia termasuk golongan wanita yang hiperaktif, karena apapun bentuk kenikmatan yang sedang dirasakannya ketika orgasme selalu diekspresikan seketika itu juga. Menjerit, memekik, menggeliat bahkan kadang sampai menendang-nendang. Bila sedang mencapai puncak mbak Dewi seakan seperti terkencing-kencing dan begitu hebat tubuhnya menggeliat sambil menyemprotkan cairan kemaluannya.



Terkadang saya nggak pernah habis pikir bila mbak Dewi sedang berada di puncak gejolak birahinya. Bila sedang orgasme cairan yang disemburkannya relatif sangat banyak untuk ukuran wanita seperti dia. Mungkin jauh lebih banyak dibanding semburan air mani pria manapun juga. Dan uniknya mbak Dewi sanggup melakukannya berkali-kali. Bila sedang terangsang paling tidak saya harus mengulang menyetubuhinya maksimal sebanyak 7-8 kali dalam setiap permainan. Mbak Dewi selalu memuntahkan cairan orgasmenya sampai menyembur keluar dari liang vaginanya. Persis seperti air mancur kecil. Waktu itu saya tidak tahu apa setiap wanita memang begitu adanya bila sedang orgasme. Bila sudah demikian dengan sabar terpaksa saya harus mencabut keluar batang penis saya dari jepitan liang vaginanya agar cairan kewanitaannya bisa tumpah keluar. Kalau tidak, rasanya seperti sedang berada di dalam kolam renang air panas.



Dengan manja mbak Dewi mencium bibir saya mesra lalu segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan kemaluan dan selangkangannya yang basah. "Mmm ...cupp ... kau hebat sekali Andy ... mmm ..sebentar sayang ... aku ke kamar mandi dulu yaa ... cupp ...", bisiknya penuh kemesraan setelah orgasme pertamanya selesai. Ia tertawa kecil melihat alat kelelakianku yang basah berlendir terkena semburannya. Sementara diatas sprei juga tampak mulai basah tersiram cairan orgasmenya yang luar biasa banyaknya. "Oooh ... kau luar biasa sekali Dewi ... benar-benar membuatku terangsang ...", ujarku takjub. "O yaaa ... mmm ..sabar sayang ... tunggu saja giliranmu ...mmm ...cupp ... aku juga menginginkan semburanmu Andy ...hhh .. aku ingin benih kita benar-benar menyatu sayang ...mmm ..", bisiknya genit. Dua menit kemudian ia kembali lagi keatas ranjang dan menyuruhku langsung menyetubuhinya seperti semula. Demikian berulang-ulang saya selalu melakukannya sampai sebanyak 4-5 kali dan begitu pula ia selalu membersihkan diri ke kamar mandi setiap kali selesai orgasme. Selebihnya biasanya mbak Dewi hanya bisa terbaring lemas kelelahan diatas kasur.



Ia memang sangat sensitif dan mudah sekali orgasme. Setiap kali alat vitalku menekan kedalam dan merangsang dinding vaginanya, paling tidak selama kurang lebih 2-3 menit mbak Dewi sudah mencapai klimak dan cairan orgasmenya langsung menyemprot keluar mengguyur batang kelelakianku. Karena itu, setiap kali menyetubuhinya harus saya lakukan secara perlahan-lahan. Jangan sampai penis saya menggesek liang vaginanya terlalu cepat.



Waktu sudah menjelang sore ketika ia kembali mencapai klimak, .... kucabut keluar alat kejantananku yang liat dan panjang dari dalam jepitan liang vaginanya. Mbak Dewi sontak menggeliat dan mengejan sambil mengangkat pinggulnya keatas. Aku segera bergeser sedikit ke sisi kanan tubuhnya. Dan ... Pyuuurrr ... untuk kelima kalinya cairan orgasmenya menyemprot keluar dari sela-sela celah vaginanya membasahi selangkangannya sendiri dan sebagian sprei tempat tidur. "Fuuuhhh ... kau keluar lagi Dewi .... nikmat ya sayang ...". "Aaahh ...Andy ....nngghh ......uuwwwhhh ....ooohhh ..", pekiknya keras setengah tertahan sebelum akhirnya pinggulnya terhempas kembali keatas ranjang.. Sejenak kuusap seluruh batang kejantananku yang basah kuyub dengan selimut, lalu dengan bernafsu kuarahkan kembali kepala penisku yang semakin mengkilat ke liang vagina mbak Dewi yang mulai menutup rapat lagi.



"Aaww ...uuuuhhh .... Andy ...", rintihnya nikmat sambil memelukku lagi. Aku kembali mengayuh naik turun menggoyang tubuhnya. Memberikannya kenikmatan. Mbak Dewi hanya menatapku pasrah melihatku kembali menyetubuhinya seakan ingin membuat dirinya orgasme berulang-ulang kali tanpa henti. " Su ...sudah Andy ... a ..aku lemas sekali ... aku bisa keluar lagi ...oohh ..... ja ..jangan ... jangan sekarang Andy .... oooww ... ooww ...uuuuuhh ... yaaahh ... ", rintihnya lemas menahan nikmat ketika hanya dalam 2 menit cairan orgasmenya yang panas kembali menyembur dan seolah mendorong kepala penisku keluar.



Untuk kesekian kali kembali kucabut batang kelelakianku dari jepitan rapat liang vaginanya. Dan ... pyuuur ... cairan orgasme mbak Dewi langsung tumpah keluar membasahi bibir kemaluan dan selangkangannya lagi. Sebagian besar langsung meresap kedalam sprei tempat tidurnya yang semakin basah lembab berair. "Wooww ... kau luar biasa sekali Dewi ... mmm ... kau cepat sekali keluar sayang ...", ujarku takjub. "Nngg ...hhh ...su ..sudah Andy ... aku lemas sekali ... oohhhh ... ayo dong Andy sekarang giliranmu ... beri aku semburanmu sayang ...", rintihnya lemas. "Mmm ... sebentar lagi sayang ... kau menggairahkan sekali Dewi ... hhh ...aku ingin melihatmu orgasme sekali lagi ....", ujarku gemas sambil kubenamkan kembali batang penisku yang besar dan panjang ke dalam liang vaginanya. "Nngghh .... ja ..jangan Andy ...a..aaku lemas sekali ......aawww ..", rintihnya kecil ketika batang kelelakianku kembali menembus dan membelah liang vaginanya sampai menekan peranakannya. " Ooohh Dewi ... ahh ... nikmat sekali sayang ....", erangku keenakan merasakan gesekan lembut dinding vaginanya yang basah dan rapat. " A.. ahh ...Andy ... a..aku bisa pingsan sayang ... nnnnggghh ... ja ..jangan teruskan Andy ....aaaww ... oohh .. duh gusti ... uuuuuuuuhhh .. ooww ... ooww yaaahhh ..", pekiknya nikmat ketika begitu singkat ia kembali orgasme entah untuk kesekian kalinya. "Wooowww ... Dewii ... kau luar biasa sekali sayang ... mmm ... oohh ... vaginamu mudah sekali terangsang sayang....", ujarku gemas melihatnya kembali mereguk anggur kenikmatan.



Kurasakan cairan kewanitaannya yang menyembur hebat berusaha mendorong batang kelelakianku keluar. " Aahhh ... A...andy ... su ..sudah ..sudah sayang .... aku sudah lemas sekali ...", rintihnya semakin lemah. Kupandangi wajah cantiknya yang berkeringat. Terlihat rona-rona kenikmatan yang amat sangat terbayang di wajahnya. Bibir merahnya yang mungil sedikit megap-megap mengatur napas. Aku tersenyum bahagia melihatnya. Kukecup lembut bibirnya yang hangat dan mengajaknya bercumbu untuk sesaat. "Andy ... kenapa kau belum juga keluar sayang .... oohhh ..berapa lama lagi aku harus menunggumu sayang ... a ...aku sudah lemas sekali Andy ...", bisiknya masih kelelahan. "Fuuhh ... nanti saja sayang ... kita istirahat dulu ....", ujarku penuh kasih sayang. Aku jadi tak tega melihatnya. "Andy ... jangan begitu sayang ... lakukanlah ... aku juga ingin melihatmu puas ...ayo dong sayang ... jangan bersikap begitu ..", bisiknya mesra. "Tapi kau masih letih Dewi .... kau bisa keluar lagi nanti ...", ujarku khawatir. "Hehh ... lakukanlah Andy ... aku tak peduli sayang ... atau ...atau aku akan meng-onani alat vitalmu ...", ujarnya nakal. "Wooww ...kau nakal sekali Dewi ... tadi kau minta berhenti ... mmm ternyata kau masih kurang puas juga sayang .. mmm cupp ...ok .. kau ingin melihatku puas juga sayang ....", bisikku penuh gairah. Mbak Dewi tersenyum gemas lalu mencubit pinggulku mesra. "He-eh .. Andy ... kau tahu aku sangat menyukainya sayang .... semburan hangatmu yang mmmm ...", bisiknya lembut penuh gairah.



Selama kurang lebih 3 menit aku kembali menggoyang pinggul turun naik menyetubuhinya. Dinding vaginanya yang hangat dan lembut seakan meremat-remat hebat pertanda mbak Dewi akan segera orgasme kembali. "Andy ...ooh ...Andy ...duh gusti ... aku mau keluar lagi ... ooh ... oohh ja ..jangan terlalu cepat sayang .. a...a ..aku... ooww ..oww ..uuuuww ....", pekiknya kuat menahan rasa nikmat. " Keluarkanlah Dewi ... yaahh ... aku ingin merasakan semburanmu ....ssshhh ...." "A...andy ... sekaraaang .....sekarang .... aakkhhhh .. oooowwwwwhgk ", teriaknya tertahan. Secepat kilat kucabut batang kelelakianku dari jepitan dinding vaginanya yang rapat lalu kugeser tubuhku kebawah sehingga mukaku kini persis berada diatas selangkangannya. Jemari tangan kananku secepat kilat meraih dan memlintir daging clitorisnya. Dan ... Pyuuuurr .... Kembali mbak Dewi memuntahkan keluar cairan orgasmenya yang bening. Begitu kuat semprotannya hingga sebagian besar sampai mengenai dan menyiram mukaku. Dengan cepat mulutku menangkap cairan kenikmatannya dan langsung kutelan nikmat. Terasa hangat dan encer. Mmmm ... tiada yang lebih nikmat dan indah kecuali merasakan seutuhnya air surgawinya. Kerongkonganku yang tadinya agak kering kini sedikit terasa lebih segar dan basah. Kukecup dan kukulum gemas pentil daging clitorisnya yang kemerahan. Sementara ujung lidahku menggapai masuk kedalam liang kemaluannya sembari menyedot sisa-sisa cairan orgasmenya yang masih merembes keluar.




Links - Bogel lucah laman skandal melayu kelentit cipap pantat ...

Bogel lucah laman skandal melayu kelentit cipap pantat telanjang: Ingin ... Gadis jilbab diperkosa rame-rame by Cikgu janda jilat pantat (cikgu-janda-jilat ...

www.blinkbits.com/bits/viewtopic/bogel_lucah_


laman_skandal_melayu_kelentit_cipap_pantat_telanjang_by_cikg... - 22 hours ago -



A Topical Directory: Search for gambar foto hot artis indonesia gratis








memek bugil indonesia 3gp gambar gadis cewek ngentot video bogel melayu artis ... jembut skandal sex malaysia cipap hot binal kelentit, GADIS INDONESIA ...

www.topicala.com/tag/gambar%20foto%20hot%20artis%20indonesia%20gratis - 32k -



gambar mahasiswi - Koneksi swicki - powered by eurekster








21 gambar kelentit gadis yang. 22 aksi pan... http://yzoo.co.uk/r/web/gambar+tetek+awek+tudung_1.html. 0This result has 0 votes; Vote for this result ...

koneksi-swicki.eurekster.com/gambar+mahasiswi/ - 39k -



Buat Sex Cerita Dengan Isteri :: Cerita Sex Dengan Tante








Anjasmara model hot binal kelentit gadis free artis cantik wanita cantik cantik. Dewa harus pake vw kombi yang nomer dua artikel. ...

cerita-sex-dengan-tante.versionnikeextened.cn/buat-sex-cerita-dengan-isteri.html - 11k -



Www Video Melayu Main // iklan web Indonesia








remaja terlampau,gambar felix af3,gambar pornografi,gambar gadis telanjang,gambar wan ... pantat anak dara kelentit - gambar kelentit, biji kelentit lucah - ...

iklan.web.id/www_video_melayu_main.shtml - 20k -



memek - Everyone on Blue Dot








gadis ngentot. 0 stars gadisbugil Shared With: Everyone - Jun 03 2007 gambar, ... heunceut, kelentit, payudara, buahdada, susu, analsex, perawan, gadis, ...

bluedot.us/search?st=tag%3Amemek&sc=rollup%3Apublic - 34k -



BlogScope - kelentit








Memek daun muda dari cewek yang masih muda ini sungguh ranum dengan warna merah muda dan aroma yang wangi. Itil kelentit klitoris memek gadis muda. ...

www.blogscope.net/?q=kelentit - 35k -



Kumpulan Foto Bugil Indonesia: Foto Gadis Telanjang








amir bogel, cerita melayu bogel, gambar gadis bogel, gadismelayu bogel, gambar lelaki ... cara bina laman web, clancy laman, email laman web, kelentit, ...

gadisngentot.blogspot.com/2007/08/foto-gadis-telanjang.html - 32k -



nak cari jodoh/kenalan - Topix








Ha sapa nak kelentit angkat tgn. Kalau nak senang telepon 999 utk maklumat lanjut. ... Saya ingin mencari gadis idaman yang mempunyai ciri-ciri berikut: ...

www.topix.com/forum/world/malaysia/T3V5AG4KVERC6VIJG/p9 - 68k -



3 gp indonesia bogel - GOSSINDO swicki - powered by eurekster








... indonesia bogel gp video indonesia asli onani jembut itil kelentit . ... Indonesia bokep download 3gp film video bugil gadis free foto bcklblog.cn ...

gossindo-swicki.eurekster.com/3+gp+indonesia+bogel/ - 33k -



Temukan.com - Get story from blogs








... 20k bogel nurhaliza siti sarah azhari gadis sma indonesia bekasi pns bandung ... salah urut gadis melayu bogel lucah laman skandal kelentit cipap pantat ...

www.temukan.com/Ranking - 12k -



pantat anak dara - Gadis Indonesia Telanjang swicki - powered by ...








gambar puki dara anak pantat kelentit cipap jilat cerita main lucah melayu gadis lubang biji bogel basah com 2007 ... Bisnis Cewek Gadis Telanjang Cipap ...

gadis-indonesia-telanjang-swicki.eurekster.com/pantat+anak+dara/ - 41k -



kelintit dan indonesia myspace malaysia web blog iklan search aku ...








(Gadis dan Pria Tua, Keroyokan). Nama saya Erwin (23 tahun), WNI keturunan ... vagina pantat bokong. selangkangan itil klentit klintit kelintit kelentit. ...

razminka.net.cn/619 - 34k -



kelentit - initehsusu swicki - powered by eurekster








kontol by utusan malaysia needs kelentit, . Blog Dewasa ... ngentot gadis indonesia jilbab bugil telanjang foto gambar the 3gp . ...

initehsusu-swicki.eurekster.com/kelentit/ - 34k -






menghisap dan menjilat kelentit Si Perempuan gambar tangkap basah basah bila cipap burit basah




uatu ketika seorang teman bernama Herry, datang ke tempat kost dan bercerita mengenai petualangannya mencari wanita penjaga toko. Karena saya merupakan tipe orang yang tidak mudah percaya dengan omongan teman saya tersebut, maka saya mengajak teman saya membuktikan omongannya. Jam 8.30 malam tepat, teman saya mengajak pergi ke pertokoan di alun-alun Bandung. Karena perjalanan dari tempat kami dari Buah Batu memerlukan waktu sekitar 30 menit, maka jam 9.00 tepat kami sudah sampai di pertokoan tersebut.



Sesampainya di sana toko-toko sudah mau tutup, dan kami memasuki salah satu toko serba ada di sana. Langsung saja saya menuju counter pakaian, sambil berkeliling pura-pura mau membeli pakaian. Kebetulan toko sudah sepi karena mau tutup, dan pengunjungnya hanya beberapa orang. "Mau cari baju apa Mas?" tanya seseorang menyapa. Waktu saya lihat ke arah suara tadi, ternyata wanita penjaga counter yang mirip dengan bintang sinetron CT. "Ini Mbak, mau cari jeans ini yang nomor 32 ada nggak ya?" tanyaku. Si Mbak pun mencarikan jeans yang saya maksud. Karena letaknya di bagian bawah, maka si Mbak mencari dengan membungkukkan badan. Karena rok yang di pakai 10 cm di atas lutut, maka paha mulusnya pun terpampang di depan saya. "Wah gile bener nih.. mulus banget." Pikiran saya jadi ngeres nggak karuan lihat pemandangan di depan saya.

"Yang ini Mas?", tanyanya.

"Oh.. ya..", jawabku.

Lalu si Mbak pun menuliskan bon untuk dikasihkan ke kasir.



"Mmm... Mbak... boleh tahu namanya?" tanyaku mengawali pembicaraan.

"Sheilla", katanya.

"Denny", kataku sambil mengulurkan tanganku.

"Ini Mas bonnya", katanya.

"Makasih, mmh.. Mbak pulang jam berapa?" tanyaku.

"Ntar jam 9.30", jawabnya.

" Ada yang nganter?" tanyaku lagi.

"Mas mau nganter?" tanya dia menantang.

"Wah, kalau situ mau ya bolehlah", jawabku mantap.



Tak lama kemudian ada pengumuman bahwa toko mau tutup, dan saya pun membayar barang belanjaan, dan menunggu bersama teman saya di luar di depan pintu tempat karyawan toko keluar. Tak lama kemudian terlihatlah Sheilla menuju ke arahku.

"Kelamaan nunggunya ya Den?" tanyanya.

"Wah, kalau nunggu wanita secakep Sheilla sih rasanya sangat lama", kataku.

"Ah bisa aja kamu..." kata Sheilla sambil nyubit pinggangku.

Kami bertiga pun meninggalkan toko tersebut.

"Emang Sheilla rumahnya di mana?" tanyaku.

"Saya di Jalan S", katanya.

"Oohh, okelah!" jawabku.



Kami pun menuju tempat parkir dan saya starter Katana yang sudah menemani saya selama 5 tahun ini.

"Denn, saya turunin di sini Den..." kata Herry saat mobil melewati panti pijat di Jalan S. Dan mobil pun kuhentikan, Herry turun langsung masuk ke panti pijat. Wah ini anak memang gila beneran.

"Itu sudah deket kok Den, tempat kost Sheilla", katanya.

"Yah kiri, di situ." katanya lagi.



Kami pun turun, saat di tempat kost penghuninya sudah tidur semua, tapi karena Sheilla memiliki kunci sendiri, kami pun tak ada kesulitan untuk masuk.

"silakan duduk dulu Den!" katanya.

Dan Sheilla pun pergi ke dapur membuat minuman. Kamar Sheilla ukurannya 3 X 4 meter, di dalamnya hanya ada televisi, VCD, sama kursi. Meja dan tempat tidur. Tempat tidurnya diletakkan di bawah di atas karpet. Kubuka koleksi VCD-nya, wah ini ada VCD xxx-nya. Sheilla masuk dengan membawakan segelas STMJ dan memakai kaos strecth dan celana pendek.



"Wah, semakin kelihatan seksi nih anak", pikirku.

"Nih diminum Den, biar anget", katanya.

"Shell... kamu suka ya lihat film-film macem ginian?" tanyaku.

"Ah nggak juga, cuma buat nonton kalau lagi butuh." katanya.

"Butuh apaan?" tanyaku berlagak bodoh.

"Yah, butuh itu tuh..." katanya sambil tertawa.

"Eh, saya mau nonton yah..." kataku.

"Yah silakan, asal nggak terpengaruh loh ya! resiko ditanggung sendiri", katanya sambil tersenyum genit.



Aku pun mulai menyalakan VCD dan menonton. Di situ diperlihatkan seorang wanita yang diikat tangan kakinya di ranjang dan ditutup matanya, disetubuhi oleh lelaki dengan nafsunya. "Ahh... no... no... uhshhhh..." jerit wanita tersebut sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. "Eh Den, kalau yang itu saya juga belum liat tuh", kata Sheilla. Kemudian Sheilla pun duduk di samping saya. Terlihat lagi kemudian ikatan tali itu dilepas, dan si wanita menungging, dan si lelaki berdiri di belakangnya, dan mulai menyetubuhinya dengan gaya anjing. "Ohh... yess... ahhh.... ahhh.... yesss... yesss..." jerit wanita tersebut.



Sheilla duduk semakin mendekat ke tubuhku saat menonton adegan tersebut, dan dadanya malah digesekkan ke lenganku. "Wah, kayaknya dia terangsang nih", pikir saya. Kemudian adegan pun semakin seru, si wanita menggoyang maju mundurkan pantatnya mengimbangi laju kemaluan laki-laki tersebut ke dalam ke kemaluannya. "Oohh baby, yess... ahhk", jerit wanita tersebut dan Sheilla pun semakin menggesekkan dadanya ke lenganku dan akhirnya saya beranikan diri untuk memegang dadanya, dan ternyata Sheilla diam saja sambil terus memperhatikan gambar. Saya semakin berani dengan mencium bibirnya, yang dibalas dengan ciuman pula oleh Sheilla.



Akhirnya saya dan Sheilla pun terlibat dalam acara pagut memagut yang sangat seru. Lidah kami saling melilit satu sama lain. Kemudian Sheilla melepaskan kaos strechtnya. Saat kaos sampai di kepalanya dan matanya masih tertutup kaos tersebut, saya menciumi bibirnya dengan ganas, "Mmmm", dan dibalas dengan ganas pula oleh Sheilla. Akhirnya saya turun ke bawah menciumi lehernya yang panjang dan agak melengkung ke depan berbentuk seperti kuda. Kata orang sih wanita dengan bentuk leher seperti ini nafsunya besar.



Kemudian Sheila pun mendesah, "Oohhh... shhh... shhhh", dan kemudian saya buka kaitan branya dengan gigi saya dan terpampang di depan mata saya gundukan gunung kembar berbentuk kerucut dengan puncaknya berwarna merah muda. Langsung saya jilati dari lembah gunung kembar tersebut terus menuju ke puncaknya. "Aakhhh... Dennn... shhh... terus Den...", hanya kata itu yang keluar dari bibir Sheilla. Tak lama kemudian ujung gunung kembar itupun berubah menjadi keras seperti penghapus pensil dan semakin keras saja. Selanjutnya habis mengerjakan tugas di puncak gunung, saya turun sedikit menuju lembah dan tepat di atas pusar saya jilati lagi. Terus saya berhenti.



"Aahhh... shhh... loh... sshh kok berhenti? ssshhh", tanya Sheila.

"Shell kamu punya susu kental manis nggak?" tanya saya.

"Loh kan udah ada susu kenyal nikmat", katanya.

"Beneran nih Shell", kata saya.

"Tuh di atas meja", katanya sambil menunjuk ke meja.

Langsung saja saya ambil dan saya bawa menuju ke Sheilla.

"Wah mau diapain Den?" tanyanya.

"Biar lebih manis", kata saya sambil mengoleskan susu kental tersebut ke daerah di sekitar pusar Sheilla, dan menjilatinya.

"Wah tubuhmu memang lezat pakai susu ini Sheilla, mmh... slurppp", kata saya sambil menjilat dan menghisap-hisap tubuhnya.

"Ahh... shhh... ukhhh... ssss..." desah Sheila.



Kemudian saya mulai membuka celana pendek Sheilla dan membuka celana dalam warna kremnya. Dan setelah seluruh susu kental di tubuh Sheilla habis, saya langsung turun ke daerah selangkangan Sheilla. Posisi Sheilla sekarang tidur di sofa dengan kaki mengangkang membentuk huruf M dan saya duduk di bawah dan menjilati pangkal pahanya. "Mmm... mmmm... slurppp... mmmh... saya jilati seluruh permukaan rambut di daerah segitiga terlarang tersebut di situ tumbuh dengan lebatnya rambut-rambut halus bagaikan hutan tropis Kalimantan sebelum kebakaran. Kujilati hingga rambut di situ basah semua, dan kemudian saya menuju ke bibir-bibir kemaluan Sheilla. Kujilati bibir-bibir indah tersebut dengan ganasnya, "Okhh... akkhh... yesss.... Dennn... ahh..." desah Sheilla sambil mengangkat pinggulnya.



Kemudian kusingkap kedua bibir untuk mengetahui rahasia di dalam kemaluannya. Terlihat dengan jelas tonjolan daging yang ada di dalamnya dan kujilati dengan lidahku. "Ohh... di situu terus Den... akhh... oukhh... akkk", jerit Sheilla saat saya jilati daging, yang biasa disebut klitoris.



Setelah menjilati daging tersebut, kumasukkan tanganku ke dalamnya terasa ada yang menyedot jariku. dan kugesek-gesekkan jari-jariku ke dalam kemaluan Sheilla dan terasa daging yang bergelombang-gelombang di dalamnya. Mungkin ini yang disebut G-spot pikir saya. Langsung saja saya korek-korek daerah situ. Sheilla pun semakin tak terkendali, "Aahh... ssshh... ohkkk... uhhh... yesss, Dennyy... terusss... ahkkkh..." jeritnya semakin nggak jelas. Saya semakin memperbesar frekuensi mengobrak-abrik daerah tersebut, yang makin lama terasa semakin basah dan semakin menyedot-nyedot jariku. Tak lama kemudian, "Ohh... Dennyy... shhh... akkhhh..." jerit Sheilla mengejang tanda mencapai klimaks, dan jariku di dalamnya pun semakin basah oleh semburan air dari dalam kemaluannya. Kemudian saya keluarkan tangan saya dari cengkeraman kemaluannya dan menciumi Sheilla. "Sudah puas sayang?" tanya saya. Dia pun tersenyum genit.



Kemudian Sheilla saya rebahkan di karpet dan saya ambil inisiatif 69 dan saya mulai menjilati kemaluan Sheilla. "Den... masih ngilu... kamu aja yang saya jilatin deh!" kata Sheilla. Saya langsung duduk di sofa, dan Sheilla mulai menjilati kemaluan saya. Dia jilat kantung kemaluan saya dengan nikmatnya sambil sekali-kali melirik ke arah saya. Kemudian dia menjilati batangan saya yang 7 inchi menyusuri jejak urat-urat yang menonjol di situ. Saya cuma bisa bilang, "Ahh... ohh... shhhh", saat dia menjilati batangan saya. Dia pun lalu mulai menjilati kepala kemaluan saya yang seperti helm astronot sambil memainkan lubangnya dengan lidah yang menari-nari di atasnya. kemaluan saya pun semakin tegang saja, dan kemudian dia mulai memasukkan dan mengeluarkan kemaluan saya di dalam mulutnya dengan frekuensi tinggi, sehingga dengan gerak reflek saya maju mundurkan kemaluan saya sambil memegangi rambutnya. Setelah hampir 6 menit berlalu sepertinya dia sudah capai karena saya nggak keluar-keluar juga. Akhirnya dia pun menghentikan aktivitasnya. "Denn... lama bener sih keluarnya, masukin aja ya biar cepet keluar!" katanya.



Kemudian Sheilla mengambil sesuatu dari lemarinya. Ternyata dia mengambil kondom yang bentuknya lucu seperti ikan lele, ada sungutnya. Dan memberikan ke saya. "Nih Den pake, biar saya nikmat dan tahan lama", katanya. Lalu saya memakaikan kondom tersebut ke kemaluan saya, dan Sheilla sudah siap tempur dengan tidur telentang dan kakinya membentuk huruf M. Langsung saya masukkan kemaluan saya ke dalam kemaluan Sheilla. Wah, ternyata masih seret juga nih lubangnya pikir saya. Dan dengan dorongan sedikit tenaga masuklah batang saya ke dalam cengkraman kemaluannya. Saya dorong keluar masuk kemaluan saya ke dalam kemaluannya. "Aahh... ooohhh... shhh... akhhh... shh... terusss... Denn... ahhh..." desah Sheilla semakin tak beraturan. Kemudian saya berhenti, kemaluan saya di dalam kemaluannya dan memainkannya seperti orang sedang menahan air pipis. "Ih... kamu nakal... Den..." dan Sheilla ganti membalasnya dengan perlakuan seperti saya. Saat dia melakukan hal tersebut, kemaluannya terasa menjepit-jepit seluruh batang kemaluan saya secara periodik, dan membuat saya tak bisa mengendalikan diri.



Kemudian saya genjot lagi kemaluan saya dan menggesekkan sungut-sungut pada kondom, sepertinya membuat sensasi tersendiri pada kemaluannya, "Ahh.. ooohhh... Denny... sungut lelemu... ohksss... akkk... yes ahhh... ohkk..." jerit Sheilla menikmati sungut lele dan dia pun menggoyangkan pinggulnya semakin kuat dan berbunyi kecipak-cipak saat saya memasuk-keluarkan kejantanan saya di dalam kewanitaan Sheilla yang makin basah.



Setelah 15 menit kemudian Sheilla mendesah, "Deny... ouchh.... akuu.... mmmaaauu.... akh, sampaiii." Tak lama kemudian terasa tumpahan cairan dari kemaluan Sheilla membuat batang kemaluan saya panas dan terasa ada yang menghisap-hisap kemaluan saya yang membuat saya tak bisa mengendalikan diri, dan keluarlah lahar panas dari kemaluan saya pada kantong kondom di dalam kemaluan Sheilla. Kami berdua pun lemas dalam kenikmatan.








Discover the wisdom of mankind on Foto artis bugil indonesia at blinkbits.

www.blinkbits.com/bits/viewtopic/bugil_jilbab_kelentit?t=12880776 - 19 hours ago -



"biji kelentit" - topic profile :: BoardReader








Topic profile for "biji kelentit" by BoardReader. ... Latest threads on "biji kelentit":. No activity within last 3 months. ...

boardreader.com/tp/biji+kelentit.html - 18k -



Kelentit - Wikipedia








Kelentit ialah organ seks betina. Untuk manusia, bahagian bonjol yang boleh dinampak terletak berhampiran dengan temuan anterior labia minora di atas lubang ...

ms.wikipedia.org/wiki/Kelentit - 49k -



Urban Dictionary: kelentit








Malay slang for clitoris. Kelentit mak kau! (You mum's clitoris!) by hash Jan 23, 2004 email it. permalink:, del.icio.us. Send to a friend. your email: ...

www.urbandictionary.com/define.php?term=kelentit - 15k -



nak cari jodoh/kenalan - Topix








letihlah korang ni sibuk nak promote umur lah, jantina lah, tempat lah. Ha sapa nak kelentit angkat tgn. Kalau nak senang telepon 999 utk maklumat lanjut. ...

www.topix.com/forum/world/malaysia/T3V5AG4KVERC6VIJG/p9 - 68k -



InternationalSexGuide - Photo Gallery








Oh the way, Kelentit, if you could perhaps clean up the pictures like you .... Dear Kelentit, I thought my pseudonym was creative until I came across yours. ...

www.internationalsexguide.info/forum/showthread.php?t=1533&page=20&pp=15 - 87k -



Mengenali Faraj Isteri Anda








Urat jarum adalah urat yang berada diatas kelentit dan berfungsi seperti zakar kecil. ... Tetapi wanita mudah terangsang dan puas apabila kelentit diberikan ...

www.homebisnes.com/minyaklintah/kenal-faraj.html - 13k -



MySpace.com - kelentit - padang serai metallic - Thrash ...








MySpace music profile for kelentit with tour dates, songs, videos, pictures, blogs, band information, downloads and more.

profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&friendid=138249617 - 132k -



Lelaki Online Website - Kaedah Jimak !








Aksi kaedah ini ialah Si Lelaki akan menghisap dan menjilat kelentit Si Perempuan. Tindakan ini akan mendatangkan kesedapan yang tidak terkira kepada Si ...

www.lelakionline.com/kaedah/jimak.htm - 30k -



Abg Sam dan aku








Abang Sam lantas menjilat disekeliling cipapku yang sedang basah itu sambil sesekali lidahnya mengentil biji kelentit aku. Aduh tuhan saja yang tahu betapa ...

www.geocities.com/devil3_x/abgsam.htm - 10k -



Jilat kelentit - Trip Planning - Travel at ?Answers








“Vina, aku pengen jilat memek OK punya, masih kelihatan garis vertikalnya dengan kelentit yang jilat perlahan ,kadang ia masih sms dengan untaian kata kata ...

www.otebe.com/answers/pages/jilat_kelentit.html - 11k -



Kamus Online /kelentit - 369740 kata








Hasil cari dari kata atau frase: kelentit (0.02236 detik) Related advertisement Found 1 items, similar to kelentit. Dictionary: quick_indonesian-english ...

kamus.landak.com/index.php/kelentit - 14k -



ilmukahwin: KEnali kelentit








Kulit kelentit diselaputi lapisan pelembap semula jadi 'sebum' dan ini membuatkan kulit itu kalis air dan memudahkan penghujung klitoris terlucut dari kulop ...

ilmukahwin.blogspot.com/2006/12/kenali-kelentit.html - 18k -



Kelentit panjang... gileee - Aku ada kenal seorang awek ni nama d...








Aku ada kenal seorang awek ni nama dia Rozie, dia boleh dikatakan agak cerdik orangnya.Aku mengenali dia melalui seorang kawan di tempat tinggal aku.

www.erotikcerita.com/biasa/78095_kelentit_panjang_gileee/0 - 36k -



Kelentit Tante // iklan web Indonesia








kelentit tante, Iklan baris gratis dari IklanWeb Indonesia, bebas memasang iklanbaris setiap saat sepuasnya.

iklan.web.id/kelentit_tante.shtml - 19k -



BlogScope - kelentit








burit basah pepek basah gambar tangkap basah basah bila cipap burit basah mimpi basah kelentit janda cipap putih cipap bini... cipap kelentit jururawat main ...

www.blogscope.net/?q=kelentit - 35k -






kumasukkan penis silikon toket abg orgasme kakakku toket tante




Waktu saya beri tahu maksud kedatanganku, dia bertanya-tanya banyak hal, seperti status saya, jadwal mens, dll. Sedikit heran, tapi saya jawab. Terakhir akhirnya dia bilang, kalau pemasangan susuk yang saya minta harus dilakukan lewat cara bersenggama. Mukaku langsung merah padam (maklum, waktu itu saya baru menjanda, dan hubungan badan terakhir cuman sama eks-suamiku). Tapi saya lihat, pak dukun justru tenang-tenang saja, mukanya tidak berubah, tidak tahu apa dia punya ilmu hipnotis yang bisa mempengaruhiku atau kepercayaanku bahwa dia betul-betul profesional (sekedar ingin bersetubuh denganku), akhirnya saya setuju.



Lalu dia melakukan perhitungan berdasarkan jadwal mensku, terus dia mencari tanggal yang tepat dimana saya lagi tidak subur. Pada hari yang ditentukan, saya kembali lagi ke sana. Lalu saya dibawa ke belakang, ke sebuah ruangan khusus (seperti ruang praktek dokter), terus disuruh minum segelas minuman (spertinya itu obat perangsang, sebab tidak lama saya langsung merasa relax dan panas). Sekitar setengah jam kemudian, pak dukun masuk lalu mengambil topeng dari lemari. Saya lalu berbaring diatas ranjang. Pelan-pelan pak dukun membuka kancing blusku. Setelah terbuka semua blus itu disibakkannya ke pinggir (tidak dilepas). Mulutnya komat-kamit membaca mantra lalu kepalanya mulai menunduk di atas dadaku. Tak lama lidahnya mulai bergerak-gerak diatas putingku, sambil tangannya mengelus-elus pahaku. Pengaruh obat dan rangsangan itu membuatku melayang-layang. Tidak berapa lama saya sudah basah (kelewat basah malah, karena saya sempat orgasme sama jari pak dukun). Lalu pak dukun pindah di kakiku. Rokku dibuka, celana dalam juga. Terus dia meniup-niup liang kewanitaanku sambil komat-kamit. Putingku rasanya dingin karena BH yang saya pakai basah oleh ludah pak dukun (kebetulan saya pakai BH yang renda-renda dan cupnya cuma sepotong). Setelah ditiup-tiup, kakiku mulai dilebarkan. Lalu pak dukun menurunkan celananya. Penis pak dukun panjangnya biasa-biasa saja (seperti eks-suamiku) tapi punya dia lebih gemuk (sangat gemuk) dan melebar ke samping. Di sini saya belajar bahwa panjang penis cowok tidak begitu berpengaruh terhadap kenikmatan, tapi lebarnya yang berpengaruh. Pak dukun ngocok-ngocok penisnya sambil komat-kamit membaca mantra. Terus dia mulai memasukkan penisnya ke dalam liang senggamaku. Waduh, rasanya..., tidak tahu apakah karena saya sudah lama tidak mendapat service, atau memang nikmat, tapi yang jelas waktu itu saya sampai berteriak keenakan. Pak dukun juga seingat saya cukup ahli memuaskan wanita, sebab dengan goyangan-goyangan pantatnya itu saya sampai dua kali orgasme. Dia sendiri sepertinya enjoy juga (jelas, liang kewanitaanku termasuk rapat dan diantara pasien-pasiennya saya termasuk paling muda). Saya tidak peduli lagi, pokoknya kami berdua enjoy banget.



Ketika saya memasuki orgasme yang ketiga, pak dukun juga sudah mau orgasma. Penis gemuknya dihunjamkan sedalam-dalamnya ke dalam liang senggamaku. Wah, saya langsung meledak sambil menjepit erat-erat pantatnya. Bersamaan denganku, pak dukun juga meledak. Yang paling saya ingat waktu itu, sambil merem-melek dan meringis keenakan, pak dukun masih sempat mengucapkan mantera seperti, "Aahh..., ss..., blablabla..., ss..., hh..., blabla..., hh... ooh..., mm..", Terus dia membantuku melepaskan rasa nyaman dengan menciumiku sambil mengelus-elus dadaku.



Setelah saya kembali sadar, dia juga mulai bangkit. Penisnya masih menggelantung mengkilat, dia nmengambil tissue buatku. Lalu dia menunjukkan pintu kamar mandinya. Wah, pakaianku berantakan dan kusut (habis tidak dibuka sih).



Akhirnya saya cuma pipis dan mencuci kemaluanku sedikit saja. Waktu keluar pak dukun sudah pakai baju. Terus dia bilang susuknya sudah masuk, dibawa oleh spermanya katanya. Terus dia pesan saya jangan takut hamil, karena sudah dihitung baik-baik harinya. Setelah menerima amplop dariku (sesuai pesan teman 50.000 cukup), lalu saya disuruh pulang. Sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya punya susuk, ataukah itu cuma alasan dukun cabul untuk meniduri perempuan. Yang jelas waktu itu saya merasa puas juga, dan syukur sampai hari ini saya tidak kena penyakit kelamin atau sejenisnya. Saya pikir biarlah, hitung-hitung sama saja dengan menyewa bebek.





Cerita Dewasa Terlengkap - Gairah Kakak Kandung 02 - Sedarah








Kubiarkan kakakku menikmati orgasmenya yang indah, matanya terpejam rapat. Ia tak tahu kalau aku pun sebenarnya sedang meregang menahan rasa nikmat yang ...

cerita.modelayu.com/article/sedarah/gairah-kakak-kandung-02.html - 45k -







Top Cewek Indonesia: Cewek Ngeblog








Cewek biasanya juga gitu. Mumpung masih orgasme kakakku... Kalo FAISHAL, sibuk banget nolakin cewek yang nembak dia. .... temenq ahli ngeblog!! blog-indonesia . ...

topcewekindo.blogspot.com/2007/09/cewek-ngeblog.html - 93k -


Artis bugil nakal Indonesia: Artis Cantik Bugil








Video Hot Artis Indonesia ! ... News dugg by Artis Cantik Indonesia .orgasme kakakku.. Jadi artis ? Muke jauh ? Gimana dong ? Gampang, belanda masih jauh, ikutan adsense . ...

artisbugilnakal.blogspot.com/2007/10/artis-cantik-bugil.html - 80k -










Top Cantik Indonesia: Toket ABG








toket toket gede toket besar gambar toket toket abg orgasme kakakku toket tante toket montok foto toket abg toket gede toket super toket artis remas toket toket super gede ...

topcantikindo.blogspot.com/2007/10/toket-abg.html - 90k -


Top cerita Indonesia: Foto Cewek Bandung








Seperti : foto agnes monica telanjang, telanjang, foto gadis orgasme kakakku telanjang, artis foto indonesia telanjang, foto artis telanjang, foto gadis bandung telanjang, ...

topceritaindo.blogspot.com/2007/10/foto-cewek-bandung.html - 72k -









Top Cantik Indonesia: Ngewe Perawan








Perawan ngentot bali. . Ngintip ngewe indonesia. orgasme kakakku Ngewe, dkk (artinya di . http://indotoket.blogspot.com/2007/10/ngintip-ngewe-bali_16.html . ...

topcantikindo.blogspot.com/2007/10/ngewe-perawan.html - 82k -









Top cerita Indonesia: Cerita Seks Panas








Cerita Sex, Cerita Seks,Cerita 17 tahun, cerita dewasa, cerita orgasme kakakku cerita seks, Baca sepuasnya setiap hari GRATIS - www.ceritaceritaseks.com. ...

topceritaindo.blogspot.com/2007/10/cerita-seks-panas.html - 71k -

Top ABG Indonesia: ABG Bispak








foto memek abg,abg bispak,abg bandung,abg indonesia telanjang,abg telanjang. ..orgasme kakakku. Artis bugil, gadis smu, gadis jilbab bugil, abg bugil dan semua gambar dan ...

topabgindo.blogspot.com/2007/10/abg-bispak.html - 73k -




cerita4 - Aku Digoda Agnes








Sesekali kuarahkan tanganku ke buah dada kakakku yang ukurannya hampir sama besarnya dengan punya Agnes. Tibalah saatnya aku orgasme ketiga kalinya. ...

cerita4.peperonity.com/go/sites/mview/cerita4/12043476 - 35k -



Indonesia Sex Story: Aku dan Kakakku








Tubuhku serasa luluh lantak dan aku tahu aku telah mengalami orgasme, kucium paha kakakku dan kumasukkan penis silikon itu lebih cepat, dan pada ritme-ritme ...

indoadultstory.blogspot.com/2007/09/aku-dan-kakakku.html - 80k -



Nikmatnya Kontol Kakak Iparku // iklan web Indonesia








nikmatnya kontol kakak iparku, Iklan baris gratis dari IklanWeb Indonesia, ... iyaa... kontolmu itu - orgasme pertamaku..aaaaahhh nikmatnya ibu ...

iklan.web.id/nikmatnya_kontol_kakak_iparku.shtml - 18k -



Cerita dewasa 17tahun: Nikmatnya Tubuh Keluargaku - Kategori 15








Akhirnya aku keluar juga, dibarengi dengan orgasme kakakku untuk yang ketiga kalinya. Tak kusadari ada seseorang yang berdiri disampingku. ...

17tahun2.com/cerita-17tahun.php?cerita=1174830916 - 42k -



Adikku Sayang CuapCuap.info








jerit Nita tak peduli lagi pada dunia, hanya kenikmatan orgasme pertamanya ini yang ... Kakak nggak tahan lagi, Sayang!” erang Evi.Memahami maksud kakaknya ...

www.cuapcuap.info/2007/10/06/adikku-sayang/ -



Kesalahan Yang Indah namun Begitu Memilukan « nafsu








“maaf La, kakak ga bermaksud gitu” jawabku gugup, tiba2 dia tersenyum dan ... dia orgasme hebat dan mebasahi tanganku “AAAH OOOH, ENAK KAKAK SAYANG,,, ...

nafsu.wordpress.com/2007/10/28/kesalahan-yang-indah-namun-begitu-memilukan/ - 28k -



Self Service Please Terjemahan: Hargai sesamamu yang uda cape2 ...








(dan masih sangat lugu tentunya) dan andi mempunyai kakak berumur 17 tahun, ... ternyata dia baru orgasme, wina hanya tergeletak lemas tak berdaya, ...

cybernetty.blogsome.com/2006/10/05/percobaan-anak-kelas-2-smp-terhadap-kakaknya-2/ - 29k -



Adikku Sayang - BlueFame Forums: A Blue Alternative Community








“Kak, Nita kangen nih ama Kakak. Sejak Kak Evi pacaran ama Mbak Anna, .... hanya kenikmatan orgasme pertamanya ini yang berarti baginya. Evi ...

www.bluefame.com/index.php?showtopic=28281 - 55k -



Pe$i$ir KiDuL - Adikku sayang








“Kak, Nita kangen nih ama Kakak. Sejak Kak Evi pacaran ama Mbak Anna, kapan kita pernah .... jerit Nita tak peduli lagi pada dunia, hanya kenikmatan orgasme ...

pesisirkidul.multiply.com/journal/item/31 - 28k -



17TAHUN1 >> Cerita Dewasa 17tahun Free Gratis: Kakak Iparku yang ...








Belum sampai ke kamar, saya melewati kamar kakak ipar saya yang pintunya terlihat ... Saya menyadari kalau ia telah mencapai orgasme, maka saya meneruskan ...

17tahun1.blogspot.com/2007/10/kakak-iparku-yang-kucinta.html - 71k -



campuran cerita seru: Nina








Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. .... Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan ...

cseru.blogspot.com/2007/08/nina.html - 76k -



Renny, adik iparku yang lugu tapi sexy…. « Cak Cuk








Reny menahan napas melihat pantat kakak iparnya yang kekar yang hanya .... lamanya dengan kakak iparnya karena ia bisa memberikan multiple orgasm yang ia ...

cakcuk.wordpress.com/2007/07/26/renny-adik-iparku-yang-lugu-tapi-sexy/ - 49k -



Rumahku Sorgaku








Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi.Kak dewi orangnya cantik.Dia ... ... Kurasakan kak dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat ...

google.withme.us/dewasa-17-tahun-keatas-f19/rumahku-sorgaku-t1320.htm - 34k -



Birahi ketemu birahi, Orgasme SABDA Space








Kakak menyayangi adiknya. Adik menyayangi kakaknya ... Orgasme. Birahi datang dan pergi. Seperti asap. Didekap tak ada bentuk. Kecanduan, ...

www.sabdaspace.org/birahi_ketemu_birahi_orgasme - 49k -



[CuRhAt] My Sex Experience: Waktu kecil








Berbeda dengan kakak-kakak ku, yang terkadang iri melihatku. ... menggesekkan penisku di sadel sepeda ketika naik sepeda, aku sudah bisa merasakan orgasme. ...

www.mail-archive.com/curhat@yahoogroups.com/msg00337.html - 16k -






memuntahkan peju kedalam mulut jilat vaginanya yang berwarna merah klitorisnya








Sewaktu berada di tingkat 5, di salah satu sekolah di Malaysia ini, aku terkenal dengan sifatku yang pemalu dan takut terhadap wanita. Ketakutanku itu bukan kerena takut seperti selayaknya orang melihat hantu, tetapi adalah karena tidak adanya kekuatan dalam diriku untuk berhadapan dan bergaul dengan mereka. Walau bagaimanapun, aku seorang yang happy go lucky, suka bersenda gurau. Sekolahku tu pulak, sekolah laki-laki. Semua pelajarnya laki-laki, wanita yang ada hanyalah Dosen saja. Jadi semakin bertambahlah ketakutanku pada kaum hawa itu.



Walaupun aku tidak berani berhadapan dengan wanita, keinginanku untuk bergaul dengan mereka sangat tinggi. Aku sering berangan-angan memiliki pacar, dan aku juga suka cemburu melihat teman-temanku yang punya pacar dan sering keluar bersama pacar mereka. Aku juga memilki tabiat yang lain, yaitu gemas jika melihat wanita dewasa dan seksi, terutama yang keturunan Cina. Bila aku pergi ke tempat renang, aku sering onani setelah melihat cewek-cewek Cina yang seksi dan menggairahkan itu. Akibatnya aku jarang sekali berenang. Di sekolahku, dosen wanitanya lebih banyak dari pada dosen pria. Ada yang Cina, India, dan yang Melayu pun ada. Di antara dosen perempuan tersebut, ada tiga orang yang setengah baya dan seksi. Dua orang Cina dan seorang lagi Melayu. Dosen Cina yang dua orang ini mengajar di semester 6, selalu menggunakan kaos saja jika datang ke sekolah. Yang pertama namanya Miss Wong dan satunya lagi Madam Chong. Madam Chong walaupun sudah memiliki tiga orang anak dan umurnya sudah dekat 40 tahun, tetapi badannya masih seksi. Sedangkan Miss Wong masih belum menikah, tetapi umurnya sudah cukup matang, kurang lebih 30 tahun. Tubuhnya masih montok. seperti biasa, cewek Cina memang punya bentuk badan yang menarik. Sedangkan dosen wanita satunya itu adalah dosen Melayu yang baru saja dipindahkan ke sekolah ini, dengar kabar dia berasal dari Trengganu. Dia pindah sebab ikut suaminya yang pindah kerja ke sini. Kami memanggilnya Dosen Hanizah yang berusia sekitar 25 tahun. Beliau baru saja menikah dan mempunyai seorang anak yang baru berumur setahun lebih. Kabarnya, setelah lulus kuliahnya, dia terus menikah. Tinggal di Kuala Trengganu selama setahun, terus pindah ke sini. Suaminya bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan.



Aku sangat suka melihat ketiga orang dosen ini, wajah mereka dan badan mereka sungguh menawan, terutama dosen Hanizah. Walaupun dia tidak berpakaian seksi, apalagi bertudung tetapi tetap mengairahkan. Jika Miss Wong atau Madam Chong ingin pulang, atau baru sampai, aku pasti mendekati ke arah mobil mereka. Bukannya mau menolong membawakan buku mereka, tetapi ingin melihat paha seksi mereka ketika sedang duduk di dalam mobil. Kemaluanku pun terangsang saat itu. Kalau Dosen Hanizah agak susah dilihat keseksiannya, sebab dia bertudung dan berbaju kurung ke sekolah. Jika dia memakai kebarung, baru kelihatan sedikit bentuk tubuhnya yang montok dan molek itu. Apa yang aku sangat suka pada Dosen Hanizah adalah wajahnya yang lembut dan menawan, suaranya manja bila berbicara. Dengan bentuk badan yang kecil molek, kulit yang putih akan memukau mata siapa saja yang memandang. Tetapi sayang seribu kali sayang karena ketiga dari mereka tidak ditakdirkan mengajar di kelasku. Aku hanya dapat melihat mereka pada waktu istirahat, waktu rapat bersama ataupun di ruang guru saja. Jarang sekali kesempatan yang mengijinkanku bersama dengan mereka.



Entah bulan berapa, aku tidak ingat, kalau tidak salah dalam bulan Maret, dosen metematikaku pindah ke sekolah lain, alasan pindahnya aku tidak ingat. Jadi, selama 2 minggu kami tidak belajar matematika. Memasuki minggu yang ketiga, waktu pelajaran matematika, Dosen Hanizah masuk ke kelas kami. Kami semua keheranan, apakah dia masuk untuk mengganti sementara atau mengajar mata pelajaran ini untuk menggantikan dosen lama. Dosen Hanizah yang melihat kami keheranan, menjelaskan bahwa dia akan mengajar matematika untuk kelas ini menggantikan dosen lama. Dengan tidak disangka, semua siswa dalam kelas bersorak gembira termasuk aku. Aku tidak tahu mereka gembira karena mendapat dosen baru atau gembira karena hal lain. Yang pasti, aku gembira sebab dosen yang paling cantik, yang selalu kudambakan akan masuk mengajar di kelas ini. Ini berarti aku dapat melihat dia lebih sering.



Mulai hari itu, Dosen Hanizah yang mengajar matematika. Aku pun jadi menyukai pelajaran ini, walaupun aku tidak pernah lulus matematika sebelumnya. Aku sering tanya dan menemui dia, bertanya masalah matematika. Dari situ, pengetahuan matematikaku bertambah, aku lulus juga akhirnya dalam ujian bulanan walaupun hanya mendapatkan nilai yang cukup. Oleh kerena terlalu menyukai Dosen Hanizah, aku jadi sedikit banyak mengetahui latar belakangnya. Kapan tanggal lahirnya, tinggal dimana dan bagaimana keadaan keluarganya.



Dalam bulan Juni, Dosen Hanizah ulang tahun, aku mengajak teman satu kelas untuk mengucapkan "Selamat Hari Ulang Tahun" bila dia masuk nanti. Ketika Dosen Hanizah masuk ke kelas, ketua kelas mengucapkan "Selamat Hari Ulang Tahun Dosen" dan diikuti oleh kami semua. Dia terperanjat, dan bertanya dari mana kami semua tahu tanggal ulang tahunnya. Anak-anak yang lain menunjuk aku, mereka bilang kalau aku yang memberitahu.

Dosen Hanizah bertanya, "Dari mana kamu mengetahuinya..?"

"Ada lah..." jawabku, setelah itu dia tidak bertanya lagi.



Dosen Hanizah tinggal di rumah teres yang bersebelahan dengan komplek dekat tempat tinggalku, kurang lebih 2 km jaraknya dari rumahku. Waktu liburan, aku selalu berkeliling dengan sepeda ke komplek perumahan tempat tinggalnya. Aku tahu rumahnya dan selalu mampir di situ. Pernah sekali itu, waktu sedang bersepeda, Dosen Hanizah sedang memasukkan sampah ke dalam tong di luar rumah. Dia melihatku, dan terus memanggilku. Aku pun segera pergi ke arahnya. Dia tidak memakai tudung, terurailah rambutnya yang lurus sebahu itu. Sungguh ayu aku melihatnya sore itu.



"Azlan, rumahmu dekat sini ya..?" tanyanya dalam logat Kedah.

"Tidak juga." balasku, "Tapi memang tidak terlalu jauh sih."

"Anda tinggal di sini..?" aku tanya padanya meskipun aku sudah tahu.

"Iya.."

"Sendirian aja? Mana suaminya?"

"Ada di dalam, dengan anak saya."

Ketika kami asyik berbicara, suaminya keluar, menggendong anak perempuan mereka. Terus aku diperkenalkan kepada suaminya. Aku berjabat tangan dan menegur anaknya, sekedar menunjukkan rasa hormatku. Suaminya tidak terlalu ganteng, tetapi terlihat bergaya, maklumlah pegawai. Setelah agak lama, aku minta diri untuk pulang.



Sudah 6 bulan Dosen Hanizah mengajar kami, aku bertambah pandai dalam matematika. Dan selama itulah aku sering berada di kelasnya. Aku sering membayangkan keadaan Dosen Hanizah tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, pasti indah sekali. Dengan bentuk tubuh yang montok, kecil, pinggang yang ramping serta kulit yang cerah, jika telanjang pasti membuat orang yang melihatnya ingin segera menerkam tanpa berpikir dua kali. Tetapi, aku hanya dapat melihat rambutnya saja di sore itu.



Hari ini libur, libur karena memperingati peristiwa Sukan Tahunan. Aku tidak tahu hendak kemana, aku lelah bersepeda dan mengayuh tanpa arah tujuan. Agak jauh kali ini aku berkeliling, ketika ingin pulang aku melewati kawasan perumahan Dosen Hanizah, waktu itu langit gelap dan kelihatannya ingin hujan. Aku berharap bisa tiba di rumah sebelum kehujanan. Tetapi belum sampai di kawasan rumah Dosen Hanizah, hujan mulai turun, dan lama-lama semakin lebat. Pakaianku basah kuyup. Aku tidak berhenti, terus saja mengayuh sepedaku. Aku tidak sadar ternyata ban sepedaku semakin kempes, seharusnya aku memompa dulu sebelum keluar tadi. walaupun sebentar lagi akan tiba di kawasan rumah Dosen Hanizah, aku tidak boleh menaiki sepedaku lagi, karena kalau dinaiki juga, akan semakin rusak ban sepedaku. Kemudian aku menuntun sepeda sampai ke rumah Dosen Hanizah. Niatnya aku akan meminjam pompa sepeda kepadanya.



Ketika tiba di depan pintu pagar rumahnya, aku tekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian, pintu rumah dibuka, dari jauh terlihat Dosen Hanizah menggunakan kain batik dan berbaju T-Shirt sedang memperhatikanku.

"Dosen..!" jeritku.

"Ada apa Azlan..?" tanyanya keheranan melihat aku yang basah kuyup dalam hujan lebat dengan kilat yang sabung menyabung.

"Saya mau pinjam pompam, ban sepeda saya kempes."

"Tunggu sebentar..!" jeritnya.

Dosen Hanizah masuk kembali ke rumah dan keluar membawa payung. Dia membukakan kunci pintu pagar dan memintaku untuk masuk. Ketika menuntun sepeda masuk, mataku memperhatikan Dosen Hanizah yang berada di depan, melenggang-lenggok berjalan menuju ke dalam. Dari belakang, kerampingannya terlihat jelas, dengan t-shirt yang agak ketat dan kain batik yang dililit memperlihatkan bentuk badannya yang menarik. Punggungnya yang montok dan pejal itu membangkitkan gairahku ketika dia berjalan. Kemaluanku langsung menegak dalam kebasahan.



"Memangnya dari mana saja kamu, kok naik sepeda hujan-hujanan?" tanyanya ketika tiba di depan pintu.

"Jalan-jalan saja, sudah mau pulang tetapi ban sepeda saya kurang angin," jelasku. "Anda punya pompa ngga..?"

"Saya lihat dulu di gudang. Masuklah dulu." menawarkan kepadaku.

"Ngga apa-apa kok, nanti malah basah pula rumah Anda."

"Tunggu dulu..." Dosen Hanizah pun meninggalkanku kedinginan di situ, dia terus pergi ke dalam. Sebentar kemudian dia keluar membawakan pompa dan handuk.

"Nah... ini..." diulurkannya pompa itu ke arahku.

Meskipun aku lelah tetapi langsung terus memompa angin ke dalam ban sepedaku.



"Ingin lansung pulang habis ini?"

"Yaa.. habis mompa terus pulang."

"Hujan selebat ini mau nekat pulang?"

"Tak apa-apa, sudah basah kuyup juga kok," jawabku lalu terbersin.

"Nah.., kan kelihatannya kamu mau kena selsema tuh."

"Hanya sedikit bersin kok," kataku lalu menyerahkan pompa kepadanya, "Terima kasih Bu.."

"Ada-ada saja kamu, handuk nih, handuki sampai kering dulu badanmu.." katanya sambil memberikan aku handuk yang dipegangnya sejak tadi.

Aku mengambil handuk itu dan mengelap rambut dan mukaku yang basah. Aku dengan santainya berhandukan seperti di rumah sendiri, aku buka baju di depan dia. Setelah itu, baru aku ingat kalau aku berada di depan dosenku.



"Sori Bu..." kataku perlahan.

Dosen Hanizah pergi ke dalam. Kukira dia marah sebab aku buka baju di depan dia, tetapi dia datang sambil membawakan sarung, T-Shirt dan sebuah bakul.

"Nah, ganti bajumu pakai ini..!" katanya sambil memberikannya kepadaku, "Baju basahnya taruh dalam bakul ini."

Kulemparkan bajuku ke dalam bakul. Kubuka celanaku langsung di depannya, tetapi dengan kusarungkan dulu tubuhku dengan sarung pemberiannya. Setelah mengeluarkan dompetku, kumasukkan celana panjangku yang basah itu ke dalam bakul, dan yang terakhir celana dalamku.



"Masuk dulu, tunggu sampai hujan berhenti baru kau pulang.." sambung Dosen Hanizah sambil mengambil bakul berisi pakaian basahku.

"Nanti dulu, saya keringkan baju ini dulu yah..?"

Aku pun mengikuti dia masuk. Setelah pintu dikunci, aku disuruh duduk di ruang tamu dan Dosen Hanizah terus pergi ke dapur. Aku melihat-lihat perhiasan rumahnya, agak mewah juga perabotan dan perhiasannya. Ketika asyik melihat-lihat, Dosen Hanizah datang dengan membawakan segelas minuman dan meletakkannya di atas meja, lalu dia duduk berhadapan denganku.



"Minumlah. Bajumu lagi Saya keringkan di belakang."

Aku pun mengambil nescafe itu dan menghirupnya.

"Mana suami Anda?" tanyaku memulai pembicaraan.

"Kerja.."

"Oh ya, hari ini kan hari kerja," balasku. "Anak..?""Sedang tidur. Kamu duduklah dulu, saya ada kerjaan di belakang." katanya sambil berdiri dan meninggalkanku.

"Oke..." ringkas jawabku.



Hujan di luar masih turun dengan lebat dan diikuti dengan bunyi guruh yang memekakkan telinga. Aku melihat-lihat kalau ada buku yang bisa kubaca dan ternyata ada. Aku ambil sebuah novel dan mulai melihat-lihat. Sehelai demi sehelai kubuka isi novel itu, walaupun tidak kubaca. Aku sebenarnya sedang tidak ingin membaca, tetapi daripada tidak ada yang dapat kuperbuat, lihat-lihat saja juga lumayan. Aku tidak tahu apa yang sedang Dosen Hanizah perbuat di belakang. Ketika membaca halaman demi halaman, pikiranku jauh melayang membayangkan gambaran fantasiku bersama Dosen Hanizah. Aku teringat akan cerita-cerita X dan blue film yang kutonton dulu, bila kejadiannya seperti ini, pasti akan berakhir dengan adegan asmara. Aku membayangkan diriku akan berasmara dengan Dosen Hanizah, seperti di dalam film yang pernah kutonton.



Sudah hampir 20 menit, hujan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Aku menjadi ingin buang air kecil, maklumlah udaranya dingin. Aku bangun dan terus menuju ke belakang untuk mencari kamar mandi. Ketika aku hampir sampai di kamar mandi, aku sekilas melihat Dosen Hanizah sedang masuk ke kamarnya, hanya dalam keadaan menggunakan handuk saja, mungkin baru keluar dari kamar mandi. Pada saat melihat tadi, aku tidak sempat melihat apa-apa kecuali tubuhnya yang hanya tertutup oleh handuk dan hanya sebentar aku melihatnya. Aku teruskan ke dapur, dan ketika melewati kamarnya, kudapati pintu kamarnya tidak tertutup rapat.



Aku beranikan diri untuk pergi ke arah pintu dan mulai mengintip Dosen Hanizah yang ada di dalam, sedang berbuat apa aku pun tidak tahu. Minta ampun.., berdesir darahku, seperti tercabut jantungku rasanya melihat Dosen Hanizah yang dalam keadaan telanjang di dalam kamarnya. Serta merta kemaluanku menegak. Aku hanya dapat melihat bagian belakangnya saja, dari ujung rambut sampai ke tumit, semuanya jelas terlihat. Saat itu Dosen Hanizah sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang tadi dipakainya. Inilah pertama kalinya aku melihat perempuan telanjang secara langsung, biasanya hanya dari video saja. Terpatung-patung aku di muka pintu melihat bentuk badan Dosen Hanizah yang seksi, pinggang ramping, punggung yang montok serta kulit yang putih mulus sedang mengeringkan rambutnya. Hampir timbul niatku untuk segera masuk dan meraba tubuhnya saat itu, tetapi aku takut nanti dia malah tidak mau dan menuduhku ingin berbuat cabul terhadapnya.



Apa yang sedang dilakukan Dosen Hanizah terus memukau mataku. Kadang handuk itu digosokkan ke celah selangkangannya, lalu dilapkan. Kemudian handuk itu dilemparkan ke atas gantungan. Secara tidak disadari, Dosen Hanizah membalikkan badannya ke arah pintu, tempat aku berdiri. Dia jongkok untuk membuka pintu lemari dan terlihatlah sekujur tubuh tanpa sehelai benang pun yang hanya selama ini menjadi khayalanku saja. Buah dada Dosen Hanizah yang menonjol segar kemerah-merahan itu sempat kuperhatikan, begitu juga dengan segitiga emas miliknya yang dijaga rapih dengan bulu yang tersusun indah, semuanya sempat kulihat.



Bersamaan dengan itu, Dosen Hanizah menengok ke arah pintu dan melihat aku sedang memperhatikannya, dan, "Hei..!" sergahnya.

Lalu dia menutup bagian tubuhnya dengan kain yang sempat diambilnya dari dalam lemari. Aku terkejut, terus lari meninggalkan tempat itu. Aku terus ke kamar mandi. Aku diam di situ hingga kemaluanku mengedur, sebelum kencing. Mana bisa aku kencing saat kemaluanku berdiri tegak dan keras.



Ketika selesai, perlahan-lahan aku keluar, kudapati pintu kamarnya tertutup rapat. Mungkin Dosen Hanizah ada di dalam. Mungkin dia malu, aku pun malu kalau ketahuan dia saat aku mengintipnya. Aku terus ke ruang tamu. Sebenarnya setelah itu aku mau langsung pulang saja meskipun hujan belum reda, karena takut Dosen Hanizah marah sebab kuintip dia tadi. Tetapi, baju basahku ada padanya dan belum kering lagi. Aku tidak tahu dimana dia meletakkannya, kalau tahu pasti kuambil dan terus pulang. Meskipun perasaanku tidak tentram tetapi aku tetap menunggu di ruang tamu sambil menduga-duga apa yang akan terjadi nantinya.



Tidak lama kemudian, Dosen Hanizah pun datang. Dia menggunakan kain batik dengan kemeja lengan pendek. Wajahnya tidak menunjukkan senyumnya, tidak juga memperlihatkan tanda akan marah. Dia duduk di depanku, sempat juga aku sekilas memperhatikan pangkal buah dadanya yang putih itu. Dia menatap tepat ke arah mataku. Aku takut, lalu mengalihkan pandanganku.



"Azlan..!" tegurnya dengan nada yang agak tinggi.

Aku menoleh menantikan ucapan yang akan keluar dari mulut yang kecil berbibir munggil itu.

"Sudah lama Azlan ada di dekat pintu tadi..?"

"Minta maaf Bu.." balasku lemah, tunduk mengakui kesalahan.

"Saya tanya, sudah lama Kamu lihat Saya sewaktu di dalam kamar tadi..?" dia mengulangi kata-katanya itu.

"Lama juga..."

"Kamu melihat apa yang saya perbuat..?"

Aku mengangguk lemah dan berkata, "Maafkan Saya Bu..."

"Azlan..! Azlan..! Kenapa kamu mengintip Saya..?" nada suara Dosen Hanizah kembali lembut.

"Saya tak sengaja, bukannya mau mengintip, tapi pintu kamarnya yang tak rapat..."

"Salah Saya juga, sebab tidak menutup pintu tadi." balasnya.



Dosen Hanizah sepertinya tidak marah, kupandangi wajahnya yang ayu itu, terpancar kejernihan di wajahnya. Aku hanya mampu tersenyum dalam hati saja bila dia senyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Kenapa kamu kelihatan pucat..?"

"Takut, takut Anda marah..."

"Sudahlah, Saya tidak marah. Saya juga yang salah, bukan hanya Kamu. Sebenarnya siapa pun yang punya kesempatan seperti itu pasti akan melakukan yang Kamu lakukan tadi..." jelasnya.

Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. Tidak disangka Dosen Hanizah begitu sportif, walaupun dalam kasus begini seharusnya dia marah.

"Aaa, tak tahu sopan juga Kamu..." katanya sambil mencubirkan bibir.

Aku tertawa kecil mengenang peristiwa yang terjadi tadi.



Sesungguhnya aku memang sudah bertindak yang tidak sopan sebab dengan sengaja melihat Dosen Hanizah yang bertelanjang bulat. Kemaluanku menegang di dalam sarung membayangkan tubuh montoknya Dosen Hanizah yang tidak dilindungi sehelai benang pun. Cepat-cepat kututupi dengan meletakkan bantal kecil ke atas kemaluanku. Jika terlihat Dosen Hanizah, bisa malu aku dibuatnya.

"Lho, belum turun juga..?" tegurnya manja karena rupanya dia sempat melihat sarungku.

Aku menjadi malu dan posisi dudukku menjadi tidak nyaman lagi. Aku tidak mampu lagi untuk berkata-kata bila ditegur seperti itu.



Agak lama suasana hening menyelubungi ruang tamu rumah yang dihias indah itu.

"Bu..?" aku mula bersuara, "Sungguh hebat..!"

"Apa yang hebat..?"

"Pemandangan yang tadi kulihat."

"Apa yang Kamu lihat..?"

"Perempuan telanjang."

"Heh..! Tak sopan betul Kamu ini..!"

"Betul, Anda lihat saja ini..!" kataku sambil memindahkan bantal dari perutku.

Menimbullah batang kemaluanku ditutupi sarung milik suaminya.

"Tidak mau turun lagi dia..," sambungku sambil menunjuk ke arah tonjolan di bawah pusarku yang bersarung milik suaminya.



Dosen Hanizah tebengong-bengong dengan tindakanku, namun matanya terpaku di tonjolan pada sarung yang kupakai.

"Hei..! Sopanlah sedikit..!" tegurnya.

Aku membiarkan kemaluanku mencuat tinggi di sarung yang kupakai, aku tidak menutupnya, aku biarkan saja ia tersembul. Kubiarkan Dosen Hanizah menatapnya, tetapi Dosen Hanizah merasa malu, matanya dialihkan ke arah lain, sesekali matanya memandang ke arah tonjolan itu.

"Bu..?" sambungku lagi.

Dia terdiam menantikan kata-kata yang lain, sekali-kali dia memandang ke bawah.

"Anda tahu tidak..? Anda lah orang yang paling cantik di sekolah kita..."

"Mana mungkin..?" balasnya manja malu-malu.

"Betul. Semua teman saya bilang seperti itu. Dosen lelaki pun bilang hal yang sama."

"Alah, bohong..."

"Betul, saya tidak membual..."

"Apa buktinya..?"

"Buktinya, tadi. Saya sudah melihat seluruh lekuk tubuh anda ketika anda tidak memakai baju tadi. Itulah buktinya." jawabku dengan berani.



Aku kira dia akan marah, tetapi Dosen Hanizah terdiam, dia tertunduk malu. Melihat gelagatnya itu, aku semakin berani mengucapkan kata-kata yang lebih sensual.

"Badan Anda kecil dan molek, kulit Anda putih, pinggang ramping, punggung montok..."

"Ah, sudah, sudah..!" dia memotong perkataanku.

Terlihat wajahnya menjadi merah menahan malu, tetapi aku tidak peduli, kemudian aku meneruskan rayuanku, "Punggung Anda tadi Saya lihat padat dan montok. Itu dari belakang. Ketika Anda berbalik ke depan, kemaluan Anda yang cantik itu membuat batang Saya hampir patah. Tetek Anda membuat Saya ingin langsung menghisapnya, terlihat sedap." sambungku.

Terlihat saat itu Dosen Hanizah tidak membantah, dia masih tetap tertunduk malu.



Masa aku akan bilang seperti ini padanya, "Penisku jangan berontak, kayak mau tercabut, punyaku tegang tak tahu kalau aku lagi berusaha." tapi itu hanya dalam hati saja.

Dosen Hanizah masih tunduk membisu, perlahan-lahan aku bangun menghampiri dan duduk di sebelah kirinya. Aku rasa dia merasakan niatku, tapi dia seakan-akan tidak tahu. Aku rangkulkan tangan dan memegang belakang badannya.

"Rilek Bu.., Saya hanya main-main saja..!"



Dia terkejut ketika kupegang punggungnya. Lalu dia goyangkan badan, aku pun segera menurunkan tanganku itu. Aku masih tetap di sebelahnya, bahu kami bersentuhan, paha kami juga bergesekan. Hujan makin lebat, tiba-tiba terdengar bunyi petir yang agak kuat. Dosen Hanizah terkejut dan dengan spontan dia memeluk diriku. Aku pun terkejut, turut mendekap kepalanya yang berada di dadaku. Sempat juga aku belai rambutnya.

Entah karena apa, dia sadar dan, "Sori..." katanya ringkas lalu membetulkan posisi duduknya.

Aku melepaskan tanganku yang melingkari badannya, wajahnya kupandang, Dosen Hanizah menoleh ke arahku, tetapi setelah itu dia kembali terdiam dan tunduk ke bawah.



Kaget juga kurasa tadi, mula-mula dapat melihat tubuhnya yang telanjang, setelah itu dapat memeluk sebentar. Puas, aku puas walaupun hanya sebentar. Entah bagaimana membayangkannya, saat itu petir berbunyi lagi dan saat itu seakan-akan menyambar dekat bangunan rumah dosenku. Terperanjat karena bunyi yang lebih dahsyat itu, sekali lagi Dosen Hanizah berpaling dan memeluk tubuhku. Aku tidak melepaskan peluang untuk memeluknya kembali. Kulingkarkan tangan kiriku ke pinggangnya yang ramping dan tangan kananku membelai rambut dan kepalanya. Kali ini aku rapatkan badanku ke arahnya, terasa buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku.



Dosen Hanizah mendongakkan kepalanya menatap wajahku. Aku masih tidak melepaskan dia dari rangkulanku, belakang badannya kuusap dari rambut sampai ke pinggang. Dia menatapku seolah-olah memintaku untuk melepaskannya, tapi aku menatap tepat ke dalam anak matanya. Mata kami bertemu, perlahan-lahan aku rapatkan wajahku ke arah wajahnya, bibirku kuarahkan ke bibirnya yang munggil dan separuh terbuka itu. Makin rapat, dan hampir menyentuh bibirnya, dan bersentuhanlah bibirku dengan bibir dosen yang mengajarku matematika itu. Belum sempat aku mencium bibirnya, hanya terkena sedikit, Dosen Hanizah memalingkan wajahnya sambil tangannya mendorong badanku minta agar dilepaskan.



Aku tetap tidak melepaskan dia, peluang seperti ini tidak mudah kudapatkan. Kutarik dia lagi lebih rapat. Terkejut Dosen Hanizah dengan tindakanku.

"Azlan... tidak enak ahh..." Dosen Hanizah menolak sambil meronta lemah.

Aku tidak peduli, kueratkan lagi pelukanku, dada kami bertemu, terasa denyut dadanya naik turun dengan nafas yang agak kencang.

"Please Bu..." rayuku.

"Tidak etis ahh.., Saya ini isteri orang..!" rontanya lagi.

"Tenanglah Anda.., pleasseee..." balasku lagi sambil mencium lehernya dengan lembut. Sempat juga aku menjilat cuping telinganya.

"Ja.. ja.. ngan.. lah..!" bantahnya lagi dengan suara yang terputus-putus.



Dia memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, mengelakkan ciumanku. Aku terus mencium lehernya sambil mengeratkan pelukan, karena tak ingin terlepas.

"A.. a... zzlaaan.. ja..." belum sempat Dosen Hanizah menghabiskan kata-katanya, bibirku berpautan pada bibirnya, kali ini aku cium sekuat-kuatnya.

"Mmmppphhh... mmmppphh..." Dosen Hanizah tidak bersuara lagi saat mulutnya kukecup.

Dia meronta semakin kuat. Aku terus mencium dan mengecup bibir dan mulutnya sambil tangan kiri menggosok ke seluruh bagian belakang badan dan tangan kananku memegang kepalanya agar kecupanku tidak putus dari mulutnya. Diselingi dengan punggungnya yang pejal itu kuremas, kupecet semauku.



Agak lama mulutku berpaut di bibirnya, hingga rontaannya semakin lemah, suaranya tidak lagi berbunyi, lama-kelamaan tidak ada lagi rontaan, sebaliknya tangan Dosen Hanizah memeluk erat leherku. Aku merasakan bibirnya mulai membalas ciumanku. Apa lagi, aku pun mula menciumnya dengan penuh mesra dan kelembutan, dia membalas sambil mengeratkan pelukannya. Terasa lidahnya dijulurkan. Aku menyambut dan lalu menghisap lidahnya, saling bergantian kami berhisap lidah. Pada waktu itu, hanya terdengar bunyi air hujan yang jatuh membasahi bumi dan bunyi kecupan mulut kami berdua.



Agak lama kami berciuman, bertautan bibir dan lidah sambil berpelukan mesra. Kemudian, Dosen Hanizah meleraikan tautan itu diikuti dengusan birahi, "Mmmm..."

Kami bertatapan mata, tanganku masih dilingkarkan pada tubuhnya, badan kami masih saling rapat, nafasnya semakin kencang, nafsuku semakin meningkat diikuti dengan kemaluanku yang semakin menegang. Tatapan matanya yang redup itu bagaikan meminta sesuatu, sehingga kutambatkan sekali lagi bibirku ke bibirnya. Kami saling berciuman mesra, sesekali ciuman ditujukan ke arah leher yang putih itu, kucium, kugigit dan kujilat batang lehernya. Dosen Hanizah hanya menggeliat kegelian diperlakukan seperti itu.



"Ooohhh... A.. zzlannn..." suara manjanya menusuk ke dalam lubang telingaku.

Sambil berciuman, tangan kananku kugeser ke arah depan, buah dadanya kupegang, kuremas lembut. Terasa ketegangan buah dadanya, pejal dan montok. Dosen Hanizah hanya dapat mendesis menahan keenakan yang dirasakannya. Ciumanku bergerak juga ke pangkal dadanya yang putih itu. Aku cium ke seluruh permukaan pangkal dadanya, kemejanya kutarik sedikit ke bawah, hingga menampakkan BH berwarna hitam yang dipakainya. Kepala dan rambutku diremas dan dipeluk erat oleh Dosen Hanizah ketika dadanya kucium dan payudaranya kuremas.

"Aaahhh... mmmppphhh..." rintihannya membangkitkan nafsuku.



Aku semakin berani, kancing kemejanya kubuka satu persatu sambil tetap aku mencium dan mengecup wajahnya. Mulut kami bertautan lagi ketika jari-jari tanganku sibuk menanggalkan kancing kemejanya, dan akhirnya habis juga kancingnya kubuka. Perlahan-lahan sambil mencium mulutnya, aku melucutkan kemejanya ke belakang. Seperti dalam film, Dosen Hanizah meluruskan tangan agar kemeja itu dapat dilucutkan dari tubuhnya. Kini, bagian atas tubuh Dosen Hanizah hanya terbalut BH saja. Aku leraikan ciuman mulut, lalu mencium pangkal buah dada di atas BH-nya. Aku cium, aku jilat seluruh pangkal buah dadanya sambil meremas-remas. Suara rintihan Dosen Hanizah semakin kuat apabila kupencet putingnya yang masih berada di dalam BH. Dosen Hanizah merangkul erat dan meremas-remas rambutku. Sambil mencium dan meremas buah dadanya, kulingkarkan tanganku ke belakang dan mulai mencari kancing penyangkut BH yang dipakai Dosen Hanizah. Ketemu, dan terus kulepaskan kancing itu. Perlahan-lahan aku menarik turun BH hitamnya ke bawah dan terus kulempar ke atas sofa.



Terpukau mataku ketika bertatapan dengan payudaranya yang putih kemerahan yang tadi hanya dapat kulihat dari jauh saja. Aku puntir dan main-mainkan putingnya sambil mulutku mencium dan menjilat yang sebelahnya lagi. Suara desisan Dosen Hanizah semakin manja, semakin bergairah kudengar. Habis kedua belah payudaranya kujilat dan kuhisap semauku, putingnya kujilat, aku gigit mesra dengan diikuti rangkulan erat oleh Dosen Hanizah ke kepalaku.



Sambil mengulum puting payudaranya, aku membuka t-shirt yang kupakai tadi, lalu melemparkannya ke bawah. Aku tidak berbaju, begitu juga Dosen Hanizah, kami berdua hanya bersarung dan memakai kain batik saja. Suasana dingin terasa oleh desiran hujan di luar, namun kehangatan tubuh Dosen Hanizah


membangkitkan nafsu birahi kami. Aku terus memeluk Dosen Hanizah erat-erat sambil berkecupan mulut. Buah dadanya terasa hangat bergesekan dengan dadaku. Inilah perasaan yang sukar digambarkan, berpelukan dengan perempuan dalam keadaan tidak berbaju, buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan nafsu.



Setelah agak lama berciuman dan berpelukan, kubaringkan Dosen Hanizah ke atas sofa itu. Dia merelakannya. Aku menatap sekujur tubuh yang separuh telanjang itu di depan mata. Saat aku berdiri, Dosen Hanizah hanya memandang sayu melihatku melucutkan sarungku dan bertelanjang di hadapannya. Kemaluan yang sudah menegang itu memerlukan sesuatu untuk dijinakkan. Aku duduk kembali di sisinya, terus membelai buah dadanya yang menegang itu. Aku kembali mengulum puting payudaranya sambil tangan kananku turun ke arah lembah, lalu merabanya untuk mencari puncak kebirahian wanita yang begitu dipelihara. Segitiga emas milik Dosen Hanizah akan kuraba, aku mulai mengusap dan menggosok di bagian bawah lembah itu. Terangkat-angkat punggung Dosen Hanizah menahan keenakan dan kenikmatan yang sukar digambarkan oleh kata-kata. Yang kedengaran hanyalah rintihan dan desisan manja yang mempesonakan birahiku, "Mmmpphhhmm... aaahhh..."



Aku mulai melepaskan ikatan kain batiknya, dengan lembut aku menarik kain itu ke bawah untuk melucutkan terus dari tubuhnya. Segitiga emasnya hanya ditutupi secarik kain berwarna hitam yang juga harus kulucutkan. Kuusap kemaluannya dari luar, terasa basah dan lengket pada ujung lembah yang subur itu. Pahanya kuraba dan kuusap sambil lidahku menjilat dan mencium pusatnya. Bergelinjang badan Dosen Hanizah diperlakukan seperti itu. Kedua tanganku memegang celana dalamnya dan mulai melorotkan ke bawah, kutarik tubuhnya dengan punggung Dosen Hanizah diangkatnya sedikit, dan terlucutlah benteng terakhir yang ada pada tubuh Dosen Hanizah. Aku tidak melepaskan peluang untuk menatap sekujur tubuh lemah yang tidak dibaluti sehelai benang pun. Hal seperti ini sangat diinginkan oleh setiap insan bergelar lelaki, dan yang lebih lagi adalah ternyata yang berada di depan mata minta dijamah. Terlihat vaginanya berair di sekeliling bulu-bulu tipis yang terjaga rapih.



Kusentuh kemaluannya sehingga terangkat tubuhnya menahan keenakan. Kusentuh lagi dan kugesekkan jari-jariku melewati hutan itu, suara mengerang mengiringi gerak tubuhnya. Kelentitnya kumainkan, kupelintir sehingga suara yang dikeluarkan kali ini agak kuat diiringi dengan badannya terangkat karena kejang. Terasa basah jariku waktu itu, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi saat itu, tetapi sekarang baru kutahu bahwa Dosen Hanizah mengalami klimaks.



Awalnya aku ingin menjilati vaginanya seperti yang ada di video BF, tetapi tak jadi sebab liang senggamanya sudah berair dan basah. Aku terus menghimpitkan tubuhku ke atas tubuhnya dengan lembut sambil mencium wajahnya. Kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. Terasa ujung kejantananku bertemu dengan bulu dan air mani yang membasahi lembah kenikmatan itu. Setelah mendapatkan kedudukan yang tepat, kupegang kejantanan dan mengarahkan ke lubang senggamanya. Seperti dirancang, Dosen Hanizah membuka dan meluaskan kangkangannya sedikit. Setelah berada di ujung muara, aku pun melabuhkan tongkat nakhodaku ke dalam lautan birahi dengan perlahan-lahan diikuti oleh desisian dan raungan kami berdua yang bergantian, mengiringi terbenamnya tongkat ke dalam lembah di lautan.



"Aaarrrghhh... mmm..."

Aku menekan sampai pangkal kemaluan dan membiarkannya sekejap karena terasa seperti terjepit. Aku mencium leher dan mulutnya berulang kali. Bila keadaan sudah agak tenang, aku mulai mendayung, atas, bawah, pelan dan teratur. Kenikmatan pada waktu itu adalah sangat indah, susah untuk dapat dikatakan, kemudian aku menggerakkan ke atas dan ke bawah berulang kali. Saat pertama kali aku perbuat padanya terasa seperti menjepit, karena vaginanya memang sempit. Dosen Hanizah tidak merasakan sakit yang berpengaruh karena dia pernah melakukannya dengan suaminya.



Aku dorong dan tarik kemaluanku dengan diiringi suara mengerang yang agak kuat sambil melihat pemandangan indah di bawah. Sungguh pemandangan yang indah jika dapat melihat kejantananku sendiri sedang masuk dan keluar dari lubang senggama wanita, dengan bunyi yang cukup menawan. Dosen Hanizah memeluk erat pinggangku ketika bergoyang mengimbangi tubuhku, punggungnya bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti arus irama. Sesekali dia menggoyang-goyangkan punggungnya untuk membantu daya dorongku, terasa kenikmatan yang tiada bandingnya. Kulajukan dayungan, semakin laju dengan suara yang semakin kuat. Dosen Hanizah hampir mengeluarkan suara erangannya, dan aku merasakan hampir keluar seperti gunung berapi hendak memuntahkan lavanya. Aku lajukan lagi, dengan sekuat tenaga kutusukkan sedalam-dalamnya diikuti dengan teriakan Dosen Hanizah. Dengan jeritan Dosen Hanizah yang nyaring, terpancurlah air maniku jauh ke dasar lubang senggamanya.



Ketika kubuka mataku, aku melihat mata Dosen Hanizah menutup serta dadanya yang naik turun dengan cepat, ada tetesan peluh di dadanya. Begitu juga badanku, terasa peluh meleleh di belakang. Kejantananku semakin menekan ke dalam lubang kenikmatanya yang semakin lembab akibat muntahan yang terjadi bersamaan. Kukecup dahi Dosen Hanizah, dia membuka mata dan tersenyum memandangku. Aku membalasnya dengan mengecup mesra bibirnya. Akhirnya aku tindih tubuhnya di atas sofa itu dengan kepalaku kuletakkan di atas dadanya. Terdengar bunyi degupan jantung yang kencang di dada Dosen Hanizah, dosen yang mengajarku matematika di sekolah.



Setelah beberapa menit, aku bangun dan mengeluarkan batang kejantananku dari dalam lubang senggamanya. Terlihat sedikit air maniku meleleh keluar melalui lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut menahan kenikmatan. Aku ambil tisue di tepi meja dan kubersihkan air mani yang meleleh itu. Dosen Hanizah hanya memandang sambil melemparkan senyuman mesra ke arahku. Kemaluanku yang masih basah kubiarkan kering sendiri. Aku duduk bersila di atas karpet dengan menghadap arah memandang wajahnya. Kepalaku sejajar dengan kepalanya yang masih terbaring di atas sofa itu. Aku meremas dan memilin putting payudaranya. Dosen Hanizah membiarkan sambil tangannya membelai rambutku. Terasa seperti suami isteri.

"Terima kasih sayang..." bisikku lembut.

Dosen Hanizah mengangguk senyum.



Agak lama juga kami dalam keadaan itu sambil menantikan tenaga pulih kembali dan sampai jantung berdegup dengan normal. Kemudian Dosen Hanizah bangun dan mencapai pakaiannya pergi ke dalam kamarnya. Jam menunjukkan pukul 11:30 pagi. Hujan masih belum berhenti, tidak ada tanda-tanda mau berhenti. Aku kenakan lagi sarungku, tetapi baju tidak kupakai lagi. Karena masih letih, aku duduk bersandar di sofa mengenang peristiwa tadi. Pikiranku menerawang. Inilah kenikmatan badan, apa yang kuidamkan selama ini akhirnya bisa kudapatkan. Dosen yang selama ini hanya hadir dalam khayalanku saja telah nyata kurasakan. Berasmara dengan Dosen Hanizah adalah impian setiap lelaki yang mengenalnya, dan aku dapat menikmati tubuh yang menggiurkan itu. Jika selama ini kulihat Dosen Hanizah bertudung dan berbaju penuh, hari ini aku melihatnya tanpa pakaian, mengamati tubuhnya yang indah, setiap lekuk badannya, payudaranya dan kemaluannya. Semuanya kualami dengan menikmati pemandangan yang mempesona, malah tidak hanya itu, tetapi juga dapat merasakan kenikmatan yang ada pada tubuh itu. Aku bahagia. Aku puas, sangat puas dengan apa yang telah kulakukan tadi. Aku tersenyum sendirian.



Ketika aku melamun, aku dikejutkan dengan bunyi dentuman petir yang kuat. Aku teringat Dosen Hanizah. Jam sudah menunjukkan 12:00 tengah hari. Rupanya sudah hampir setengah jam aku melamun. Aku bangun dan menuju ke arah kamar Dosen Hanizah. Kuketuk pintu dan terus masuk. Kelihatan dosen Hanizah telah berpakaian tidur sedang menyikat rambutnya.

"Ada apa Azlan..?" tanyanya lembut.

"Bosen aja diluar sendirian." jawabku ringkas sambil duduk di tepi ranjang memandang Dosen Hanizah menyisir rambutnya. Dipojok kamar terlihat ranjang kecil yang di dalamnya ada bayi perempuan Dosen Hanizah yang sedang tidur dengan nyenyaknya. Bunyi dentuman petir seperti tidak diperhatikan, dia tidur seperti tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.



"Terima kasih yah..." kataku.

"Terima kasih apa..?"

"Yang tadi. Sebab tadi adalah pengalaman yang terindah buat saya."

"Ohhh... tapi jangan kasih tau orang lain."

"Janji." balasku.

Aku kembali memperhatikannya berdandan. Harum minyak wanginya menusuk hidung ketika Dosen Hanizah menyemprotkan ke badannya.

"Kenapa Anda tidak marah..?"

"Marah kenapa..?"

"Iya.., awalnya Anda melarang, Anda menolak Saya, tapi setelah itu..?"

"Setelah itu Saya biarkan..?" sambungnya.

"Haaa..." jawabku dan langsung kusambung, "Apa sebabnya..?"

"Kalau Saya lawan pun Kamu pasti memaksa, Kamu pasti sangat menginginkan."

"Belum tentu." jawabku.

"Pasti begitu. Saya mana mungkin melawan. Jadi lebih baik Saya biarkan dan berbagi saja denganmu. Kan dua-duanya senang." jelasnya.

"Anda tidak menyesal..?" tanyaku ingin kepastian.

"Kalau rela, mana mungkin menyesal, buat apa..?" jelasnya lagi, "Lagian juga Kamu tidak memperkosa Saya, Kamu kan minta baik-baik, Saya jadi memberinya. Ditambah Kamu sudah lihat Saya telanjang. Lain halnya kalau kamu masuk ke rumah Saya, terus menyerang Saya dan perkosa Saya. Kalau itu Saya pasti akan lapor polisi dan Kamu pasti dipenjara."

"Habis, anda kelihatannya mau melapor. Iya nggak..?" tanyaku meyakinkan.

"Lapor..? Buat apa..? Kamu kan bukan masuk dengan cara paksa, Saya yang suruh Kamu masuk. Saya juga yang membiarkan Kamu menyetubuhi Saya."

"Kalau suami Anda tahu..?"

"Gimana dia akan tahu..?" tanya Dosen Hanizah. "Ini kan hanya rahasia kita saja kan..?" aku mengangguk. "Jadi, janganlah beritahu orang lain..!" aku angguk lagi tanda paham.

Dia menuju ke arah ranjang anaknya sambil membelainya dengan penuh kasih sayang seorang ibu. Kemudian Dosen Hanizah menghampiriku dan duduk di sebelahku.



"Wanginya..." sapaku manja. Dosen Hanizah mencubit pahaku dan aku berkata, "Saya mau lagi..."

"Mau apa..?"

"Yang seperti tadi."

"Tadi kan sudah..."

"Tak puas...""Aiii... nggak puas juga..? Suami Saya sekali saja langsung lelah dan tidur, Kamu mau lagi..?"

"Soalnya.., peluang seperti ini susah Saya dapatkan. Lagian tadi Saya tak sempat jilat vagina Anda. Anda pun tak pegang penis Saya. Saya ingin merasakan perempuan pegang penis Saya." jawabku jujur.

"Jilat..? Mau meniru cerita BF yach..?" balasnya tersenyum.



Aku mengangguk membalas senyumannya. Kemaluanku kembali menegang, tenagaku sudah pulih. Aku pegang tangan Dosen Hanizah dan meletakkannya di atas batang kemaluanku yang mengeras itu. Dosen Hanizah seperti paham dan meraba batangku yang ada di dalam sarungku. Aku biarkan saja, sedap rasanya. Setelah itu, aku berdiri dan melucuti sarungku. Aku dengan telanjang berdiri di hadapan Dosen Hanizah. Dia hanya tersenyum memandangku. Perlahan-lahan, kemaluanku yang menegang itu dipegangnya, dibelai dan diusap ke atas dan ke bawah. Nikmatnya tak terkira, selalu jari sendiri yang berbuat, tapi hari ini jari jemari lembut seorang wanita cantik yang melakukannya. Aku mendesis karena nikmatnya. Aku berharap Dosen Hanizah akan menghisap dan mengulum batang kejantananku. Memang Dosen Hanizah sudah tahu keinginanku. Diciumnya ujung batang kemaluan aku, dan ujung lidahnya dimainkan di lubang kepala kejantananku. Aku terasa ngilu, tapi sedap. Perlahan-lahan Dosen Hanizah membuka mulut dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya.



Terasa kehangatan air liurnya membasahi batang yang setengahnya berada di dalam mulutnya. Dihisapnya penisku, dikulumnya ke atas dan ke bawah. Terasa seperti tercabut ketika itu. Kupegang dan remas rambutnya yang baru disisir tadi. Aku dorong batang kemaluanku jauh ke dalam mulutnya, terasa ujung kejantananku terkena dasar tenggorokannya. Dosen Hanizah menghisap sampai ke pangkal sambil tangannya meremas-remas telur zakarku. Di saat itu, aku rasakan kenikmatan yang lain dari yang tadi. Kubiarkan Dosen Hanizah menghisap semaunya, kubiarkan dia menjilat seluruh batang kemaluanku, telurku. Sengaja kubiarkan sebab sangat nikmat rasanya.



Setelah itu, aku pegang bahunya. Dia berdiri memandang dengan penuh kesayuan. Aku pegang dan belai rambut yang terurai di bahu. Perlahan-lahan kulepaskan baju tidurnya ke bawah, dia tidak memakai pakaian dalam. Terlihatlah tubuh Dosen Hanizah yang bertelanjang di hadapanku. Aku lingkarkan tangan di pinggang dan mulai mendekapnya lembut. Kami berpelukan dan bertautan bibir sambil jari-jariku meraba dan menggosok seluruh badan. Sekarang baru aku bisa merangkul tubuh yang kecil molek dengan pinggang yang ramping iti sepuas-puasnya. Pinggangnya kecil tapi sangat proposional. Kudekap dan kuremas punggungnya sambil menggesek-gesekkan batang kejantananku ke perutnya. Sungguh nikmat dapat berpelukan sambil berdiri.



Aku baringkan dia di atas ranjang sambil terus memberikan kecupan demi kecupan. Kali ini aku tidak berlama-lama mencium payudaranya sebab sasaran muluku adalah ke liang kenikmatannya. Aku turunkan ciumanku ke bawah, kemaluannya masih kering. Aku terus mencium kemaluannya itu dengan lembut. Terangkat punggungnya menahan kenikmatan itu. Bibir kemaluannya kujilat, kujulurkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya. Dia mendesis keenakan sambil menggeliat manja. Biji kelentitnya kuhisap, kujilat semaunya. Vagina Dosen Hanizah mulai basah, aku tak peduli, aku terus jilat dan hisap sambil tanganku meremas-remas puting payudaranya.



Tiba-tiba, saat menikmati sedapnya menjilat, Dosen Hanizah meraung dengan tubuhnya terangkat. Serentak dengan itu, habis mulutku dibasahi dengan simbahan air dari dalam liang kewanitaannya. Ada yang masuk ke dalam mulutku sedikit, rasanya agak payau dan sedikit asin. Aku berhenti dan mengelapkan mulutku yang basah karena air maninya. Rupanya Dosen Hanizah klimaks. Aku mainkan dengan jari saja lubang vagina itu. Entah karena apa, timbul nafsu untuk menjilat air maninya lagi. Aku kembali membenamkam wajahku dan mulai menjilat lembah yang basah berair itu. Lama-lama rasanya menjadi sedap, habis kujilat, kuhisap vaginanya. Dosen Hanizah hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Ketika aku menghisap kelentitnya, kumainkan lubang kenikmatannya dengan jari. Tiba-tiba, sekali lagi dia terkejang kepuasan, dan kedua kali jugalah air maninya menerjah ke dalam mulutku.



Dengan mulut yang basah karena air maninya, kucium mulut dia. Air maninya bercampur dengan air liurnya apabila aku membiarkan lidahku dihisap. Dosen Hanizah menjilat air maninya sendiri tanpa mengetahuinya. Ketika sudah habis air mani di mulutku karena disedotnya, aku mulai menghentikan pemanasan. Tubuhnya kutindih, dengan sauh dihalakan ke lubuk yang dalam dan dilepaskan layar, maka jatuhlah sauh ke dalam lubuk yang selama ini hanya dilabuhkan oleh sebuah kapal dan seorang nakhoda saja. Kini kapal lain datang bersama nahkoda muda yang terpaksa berhempas pulas melawan badai mengarungi lautan birahi untuk sampai di pulau impian bersama-sama. Perjuangan kali ini lebih lama, dan melelahkan kerena masing-masing tidak mau mengalah duluan. Berbagai aksi dilakukan untuk sampai ke puncak kejayaan. Tubuh Dosen Hanizah kusetubuhi dalam berbagai posisi, dia juga memberikan kerjasama yang baik kepadaku dalam menempuh gelombang. Akhirnya, setelah berhempas pulas, kami tiba juga di pulau impian dengan kejayaan bersama, serentak dengan terjahan padu air hikmat serta jeritan manja, si puteri meraung kepuasan.



Kami terdampar keletihan setelah penat belayar. Terkulai Dosen Hanizah di dalam dekapanku. Kali ini lebih romantis, sebab kami berbuat di atas ranjang dengan kasur yang empuk. Banyak posisi dan gaya yang telah kami lakukan. Kami telentang kelelahan, dengan peluh memercik membasahi tubuh dan wajah kami. Air maniku meleleh keluar kedua kalinya dari lubang yang sama. Dosen Hanizah mendekap badanku sambil jarinya membelai kemaluanku yang terkulai basah itu. Dimainkannya seperti bayi mendapatkan boneka. Kubiarkan sambil mengecup dahinya tanda terima kasih. Kami tidak bersuara karena sangat letih.



Saat itu sempat juga aku mengalihkan pandangan ke arah tempat tidur anaknya, kelihatan masih terlena dibuai mimpi. Aku risau juga, takut dia terbangun kerena jeritan dan raungan kepuasan ibunya yang berhempas pulas melawan badai samudera bersama nakhoda muda yang tidak dikenalinya. Tubuh kami terasa tidak bernyawa, rasanya untuk mengangkat kaki pun tidak kuat. Lemah segala sendi dan urat dalam badan. Hanya suara rintihan manja saja yang mampu dikeluarkan dari pita suara kami dalam kedinginan akibat hujan yang masih turun lebat.



"Terima kasih ya..." aku mengecup dahinya, dia tersenyum. Kepuasan nampak terpancar di wajahnya.

"Kamu benar-benar hebat..." sahutnya.

"Hebat apa..?"

"Iya lah, dua kali dalam sejam."

"First time." balasku ringkas.

"Belum pernah Saya merasa puas seperti ini." jelasnya jujur.

"Belum pernah..?" tanyaku keheranan.

Dia mengangguk perlahan, "Saya tidak pernah orgasme lebih dulu."

"Suami Anda melakukan apa saja..?"

"Dia hanya memasukkannya sampai Dia keluar..." sambungnya. "Bila sudah keluar, dia letih, terus tertidur. Saya sudah tidak terangsang lagi saat itu."

"Kenapa Anda tidak memintanya..?" saranku.

"Kalau sudah keluar, Dia tidak terangsang lagi."

"Dalam seminggu berapa kali Anda berbuat..?" tanyaku mengorek rahasia mereka.

"Sekali, kadang-kadang tidak dapat sama sekali dalam seminggu itu..."

"Kenapa..?"

"Dia pulangnya terlalu malam, jadi sudah letih. Tidak nafsu lagi untuk bersetubuh."

"Ohhh..." aku menganguk seakan memahami.

"Kapan terakhir Anda melakukannya..?" pancingku lagi.

"Ehh, dua minggu yang lalu." jawabnya yakin.

"Sudah dua minggu Anda tidak mendapatkannya..?" sambungku terkejut, Dosen Hanizah hanya menganggukkan kepala mengiyakannya.

"Jelas Dosen Hanizah tidak marah besar ketika aku mulai menjamah tubuhnya." dalam hatiku, "Dia mengidamkan juga rupanya..."



Hampir setengah jam kami berbicara dalam keadaan berpelukan dan bertelanjang di atas ranjang itu. Segala hal mengenai masalah rumah tangganya kutanya dan dijawabnya dengan jujur. Semua hal yang berkaitan diceritakannya, termasuk jeritan batinnya yang rindu akan belaian dari suami yang tidak pernah benar-benar dinikmatinya. Suaminya terlalu sibuk dengan kerjanya hingga mengabaikan nafkah batin si isteri. Memang bodoh suami Dosen Hanizah, sebab tidak menggunakan sepenuhnya tubuh yang menjadi idaman setiap lelaki yang memandang itu. Nasibku baik, sebab dapat menikmati tubuh itu dan sekaligus membantu menyelesaikan masalah kepuasan batinnya.



Aku semakin bangga apabila dengan jujur Dosen Hanizah mengakui bahwa aku telah berhasil memberikan kepuasan kepada dirinya, batinnya kini tidak lagi bergejolak. Raungannya kini tidak lagi tidak dipenuhi, Dosen Hanizah sudah dapat apa yang diinginkan batinnya selama ini, walaupun bukan berasal dari suaminya sendiri, tetapi dengan anak muridnya, yang lebih muda 10 tahun tetapi gagah seperti berusia 30 tahun. Desiran hujan semakin berkurang, rintiknya semakin perlahan, menunjukkan tanda-tanda hendak berhenti. Kami bangun dan melihat ke luar jendela. Seperti disuruh, Dosen Hanizah mengenakan kembali pakaian tidurnya lalu terus ke dapur. Aku menanti di kamar itu. Tak lama kemudian, dia masuk dan menyerahkan pakaianku yang hampir kering. Setelah mengenakan pakaian, aku ke ruang tamu dan minta diri untuk pulang karena terlihat hujan sudah berhenti.



Dosen Hanizah mengiringi aku ke pintu. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas segala layanannya. Dosen Hanizah juga berterima kasih kerena telah membantunya. Aku ambil sepedaku, lalu membuka pintu pagar dan terus mengayuh menuju ke rumah. Tidak terlihat Dosen Hanizah di halaman rumah, maklumlah hujan, lagi pula sekarang waktunya makan siang.



Setibanya di rumah, aku mandi. Di kamar, terlihat dengan jelas bekas gigitan di leherku. Ah, gawat bisa malu aku nanti. Aku berniat kalau tidak hilang sampai besok, aku pasti tidak akan ke sekolah.



Keesokan harinya, tidak terlihat bekas gigitan pada leherku. Aku ke sekolah seperti biasa bersama adik-adikku yang lain. Mereka perempuan, jadi tidak satu sekolah denganku. Di sekolah, bila bertemu dengan Dosen Hanizah yang berbaju kurung bertudung kepala, aku tersenyum dan mengucapkan selamat, seperti tidak ada sesuatu di antara kami. Dosen Hanizah pun bertingkah biasa saja, walaupun di hati kami masing-masing tahu apa yang telah terjadi sewaktu hujan lebat kemarin. Di dalam kelas, dia mengajar seperti biasa. Aku pun tidak macam-macam, takut nanti teringat dan menginkannya di kelas.



Selama sebulan lebih setelah kejadian itu, kami masih bersandiwara seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Tidak pernah bercerita tentang hal itu. Kalau kami bertemu pun, hanyalah berkisar masalah pelajaran. Aku yang baru pertama kali mendapatkannya, sudah merasa ketagihan. Terasa ingin lagi menjamah tubuh perempuan, sudah tak kuat nafsuku ditahan. Pada suatu hari, kalau tidak salah hari Selasa, aku berjumpa dengannya di ruang guru. Waktu itu, ruang guru sedang kosong, aku memberanikan diri meminta keinginanku untuk menjamah kenikmatan tubuhnya. Pada awalnya Dosen Hanizah agak keberatan, tetapi setelah mendesak dan membujuknya, dia mulai lembut. Dosen Hanizah setuju, tapi dia akan beritahu aku bila saatnya memungkinkan. Aku minta padanya kalau bisa dalam waktu dekat ini karena aku sudah tak tahan lagi. Kalau keadaan aman, dia akan memberitahuku katanya. Aku gembira dengan penjelasan itu.



Tiga hari setelah itu, Dosen Hanizah memanggilku ke ruang guru. Dia memintaku ke rumahnya malam Senin. Dia memberitahu bahwa suaminya akan keluar kota ke Johor selama dua hari. Aku janji akan datang. Aku setuju, tapi bagaimana caraku untuk bilang pada orang tuaku kalau aku akan bermalam di luar. Aku ijin untuk menginap di rumah teman dengan alasan belajar bersama dan terus ke sekolah besoknya. Mereka mengijinkan. Tiba malam yang dijanjikan, kurang lebih pukul 8:00, aku tiba. Dosen Hanizah menyambutku dengan senyuman. Anaknya yang bermain-main dengan permainannya terhenti melihatku masuk. Setelah melihatku, dia kembali bermain lagi. Nasib baik karena anak Dosen Hanizah masih kecil jadi masih belum mengerti apa-apa. Malam itu, kami tidur bersama di kamar seperti sepasang suami isteri. Persetubuhan kami malam itu memang menarik, seperti sudah lama tidak merasanya.



Aku melepaskan rinduku ke seluruh bagian tubuhnya. Dosen Hanizah kini tidak lagi malu-malu meminta dipenuhi keinginannya jika lagi nafsu. Kalau tidak salah, malam itu kami bermain sampai 4 kali. Yang terakhir kali sudah sampai dini hari, dan kami tertidur. Bangun-bangun sudah pukul 8:00 lebih ketika anaknya menangis. Kami sudah terlambat ke sekolah, Dosen Hanizah menelpon dan mengatakan kalau dia sakit. Aku pun sudah malas untuk ke sekolah.



Setelah menenangkan anaknya dengan memberikan susu, dia menidurkan kembali anaknya. Kami bersarapan dengan makanan yang disediakannya. Kemudian, kami mandi bersama, bertelanjang dan bersenggama di dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku minta dia untuk menerima seluruh air maniku ke dalam mulutnya. Dosen Hanizah setuju, setelah puas, batang kejantananku menyusuri lembah, di saat mau melepaskan puncak kenikmatanku, aku minta Dosen Hanizah duduk dan aku arahkan senjataku ke sasaran, dan terus menembak ke mulutnya yang terbuka lebar. Penuh mulut Dosen Hanizah dengan air maniku. Ada beberapa tetes yang tertelan, yang lain dimuntahkannya kembali. Aku mengarahkan batang kejantananku masuk ke dalam mulutnya, dia terpaksa menerima dan mulai menghisap batang kejantananku yang masih berlinang dengan sisa air mani yang ada.



Kami terus mandi dan membersihkan badan. Anaknya telah lama tertidur, kami berdua beristirahat di ruang tamu sambil mendengar radio. Kami berbincang tentang hal peribadi masing-masing. Sesekali Nescafe panas yang dihidangkan oleh Dosen Hanizah kuhirup. Aku memberitahu padanya kalau aku tak pernah punya cewek kalau ditanya orang lain, dan aku juga merasa bangga kerena dapat merasakan nikmatnya hubungan antara lelaki dan perempuan lebih awal. Sambil berbicara, aku mengusap dan meremas lembut buah dada dosenku yang berada di sebelah. Aku juga bertanya tentang suaminya, adakah dia tahu atau merasa ada perubahan sewaktu berasmara bersama. Dosen Hanizah menjelaskan bahwa dia berbuat seperti biasanya, waktu berasmara pun seperti biasa.



Dosen Hanizah tidak pernah menghisap kemaluan suaminya sebab suaminya tidak mau, begitu juga kemaluannya tidak pernah dijilat. Jadi, akulah orang pertama menjilat kemaluannya dan kemaluan akulah yang pertama masuk ke dalam mulut Dosen Hanizah. Dosen Hanizah bilang suaminya merasa jijik apabila kemaluannya dijilat, dihisap dan dimainkan dengan mulut. Karena itulah, Dosen Hanizah tidak keberatan mengulum kemaluanku karena memang diiginkannya. Kami ketawa kecil mengenangkan aksi-aksi gairah yang pernah kami lakukan.



Jam menunjukkan pukul 10:00 lebih. Dosen Hanizah bangun menuju ke kamarnya, aku mengekori. Di kamar, dia melihat keadaan anaknya yang sedang pulas. Perlahan-lahan aku memeluknya dari belakang. Tanganku, kulingkarkan ke pinggangnya yang ramping sambil mulut mengecup lembut lehernya. Sesekali tanganku meremas buah dadanya yang kian menegang. Aku memalingkan tubuhnya, kami berdakapan sambil berkecupan bibir. Tubuhnya kubaringkan ke atas ranjang sambil mengulum bibirnya dengan mesra. Pakaiannya kulepaskan, begitu juga dengan pakaianku. Mudah dilepaskan karena memang kami masing-masing sudah merencanakannya.



Entah berapa kali mulutku penuh dengan air maninya sebelum kemaluanku menerobos liang keramat itu. Kali ini aksi kami semakin ganas. Tubuhnya yang kecil itu kutindih semaunya. Akhirnya, muntahan cairan kentalku tidak dilepaskan di dalam, tetapi di mulutnya. Air maniku memenuhi mulutnya ketika kumuntahkan di situ. Dia menerimanya dengan rela sambil menjilat-jilat sisanya yang meleleh keluar, sambil batang kemaluanku dikulumnya untuk menjilati sisa-sisa yang masih ada. Aku tersenyum melihat lidahnya yang menjilat-jilat itu seperti mendapatkan suatu makanan yang lezat. Dia juga ikut tersenyum melihatku.



Setelah habis ditelannya. Aku mulai memakai kembali pakaianku. Dosen Hanizah duduk bersandar, masih bertelanjang.

"Sedap..?" tanyaku sambil menjilat bibir.

Dosen Hanizah mengangguk paham. Dia kemudian mengenakan pakaian tidurnya lalu menemaniku hingga ke pintu. Setelah selesai, aku minta diri untuk pulang ke rumah, takut nanti bohongku ketahuan. Dia melepasku dengan berat hati. Aku pulang, orang tuaku tidak ada, yang ada hanya pembantu. Aku memberitahu mareka kalau aku sakit dan terus ke kamar untuk tidur.



Begitulah kisahku berasmara dengan dosen matematikaku yang hingga kini masih menjadi kenangan, walaupun sudah 10 tahun lebih aku meninggalkan sekolah dan negeri itu untuk berkerja di Kuala Lumpur. Waktu aku tingkat 6, Dosen Hanizah pindah ke Johor. Selama itu, banyak sekali kami melakukan hubungan seks. Sebelum berpindah, Dosen Hanizah mengandung, aku sempat juga tanya anak siapa, dia tidak menjawab tapi tersenyum memandangku. Aku mengerti, itu adalah hasil dari benih yang kutaburkan berkali-kali. Setelah itu, aku tak pernah bertemu atau mendengar kisahnya.




Tocue Web Search








Tocue Web Search: Web Site Results - Found 212 sites for jilat peju . ... maria eva bugil Telan Peju foto bugil artis indonesia. foto Jilat Ko. ...

tocue.com/search/extremesearch.php?search=jilat+peju - 26k -







Top Cewek Indonesia: Cewek Ngeblog








Cewek biasanya juga gitu. Mumpung masih Jomblo. .jilat peju.. Kalo FAISHAL, sibuk banget nolakin cewek yang nembak dia. .... temenq ahli ngeblog!! blog-indonesia . ...

topcewekindo.blogspot.com/2007/09/cewek-ngeblog.html - 93k -


Artis bugil nakal Indonesia: Artis Cantik Bugil








Video Hot Artis Indonesia ! ... News dugg by Artis Cantik jilat peju Indonesia ... Jadi artis ? Muke jauh ? Gimana dong ? Gampang, belanda masih jauh, ikutan adsense . ...

artisbugilnakal.blogspot.com/2007/10/artis-cantik-bugil.html - 80k -










Top Cantik Indonesia: Toket ABG








toket toket gede toket besar gambar toket toket abg jilat peju toket tante toket montok foto toket abg toket gede toket super toket artis remas toket toket super gede ...

topcantikindo.blogspot.com/2007/10/toket-abg.html - 90k -


Top cerita Indonesia: Foto Cewek Bandung








Seperti : foto agnes monica telanjang, telanjang, foto gadis telanjang, artis jilat peju foto indonesia telanjang, foto artis telanjang, foto gadis bandung telanjang, ...

topceritaindo.blogspot.com/2007/10/foto-cewek-bandung.html - 72k -









Top Cantik Indonesia: Ngewe Perawan








Perawan ngentot bali. . Ngintip ngewe indonesia. jilat peju Ngewe, dkk (artinya di . http://indotoket.blogspot.com/2007/10/ngintip-ngewe-bali_16.html . ...

topcantikindo.blogspot.com/2007/10/ngewe-perawan.html - 82k -









Top cerita Indonesia: Cerita Seks Panas








Cerita Sex, Cerita Seks,Cerita 17 tahun, cerita dewasa, cerita jilat peju cerita seks, Baca sepuasnya setiap hari GRATIS - www.ceritaceritaseks.com. ...

topceritaindo.blogspot.com/2007/10/cerita-seks-panas.html - 71k -

Top ABG Indonesia: ABG Bispak








foto memek abg,abg bispak,abg bandung,abg indonesia jilat peju telanjang,abg telanjang. ... Artis bugil, gadis smu, gadis jilbab bugil, abg bugil dan semua gambar dan ...

topabgindo.blogspot.com/2007/10/abg-bispak.html - 73k -




Peju Cewek // iklan web Indonesia








abis main tante bahenol jilat puting, banget.setelah ngentot ibu muda janda cantik menjilat memek sendiri.after senggama janda kembang bahenol jilat peju ...

iklan.web.id/peju_cewek.shtml - 19k -



BoyzForum! - forum gay Indonesia :: Lihat topik - Petualangan Gue!








penisnya gua jilat-jilat layaknya eskrim dan itu semakin membuatnya ... didi menurut, gua mengeluarkan peju gua dan muncrat ke mulut dan mukanya. didi ...

www.readybb.com/boyzforum/viewtopic.php?t=24647 - 68k -



WebGaul Forum : : A ZEIN Company - View Single Post - all about ...








Thread: all about peju!!!! View Single Post ... Mending gitu..ada yang dimasukin ke anus cewe abis itu dijilat jilat lagi huauahahahhaa..terus abis ...

forum.webgaul.com/showpost.php?p=1761875&postcount=92 - 7k -



Hobby jilat mq bahaya ngga [Archive] - BintangMawar.net Forums








kemudian kita jilat meqinya (mulut kita tidak ada luka) apa kita akan tertular?ya kemungkinan itu ada laaah..dr mq nya kan tetep keluar peju, ...

www.bintangmawar.net/forum/archive/index.php/t-2949.html - 34k -



Cerita dewasa 17tahun: Arthur: Perawatan Medis Plus - Kategori 14








Kontol saya langsung memuntahkan peju kedalam mulut Mia yang mungil. ... Saya jilat vaginanya yang berwarna merah, klitorisnya yang besar tidak luput dari ...

17tahun2.com/cerita-17tahun.php?cerita=1178137591 - 29k -



Jorok banget sih nih forum








Kepala kontolnya lalu saya jilat, terus ke bawah, saya terus jilat batangnya, ... Makanya muncratin aja peju lu di muka gue, nanti gue jilatin juga kepala ...

www.asiafunclub.com/indonesia/forum/messages/13116.html - 15k -



hal-hal jorok yang pernah lo lakuin [Archive] - Page 8 - Kaskus ...








4. peju rasanya gurih...tapi bau amis n lengket dimulut...jadi rada eneg 5. jilat sol sepatu abis waktu itu gw ditantangin sih jd bt! ...

www.kaskus.us/archive/index.php/t-242670-p-8.html - 15k -



Self Service Please Terjemahan: Hargai sesamamu yang uda cape2 ...








Aku jilat aku sedot sedot, sambil sesekali aku gigit-gigit gumpalan daging .... Setelah kurang lebih 15 menit aku menyodomi Westi, aku merasakan peju ku mau ...

cybernetty.blogsome.com/2006/09/15/ny-westi/ - 49k -



Hi Tom... - [DS] Forum








di jilat terus... ditempelin idungnya di itil saya... di gesek-gesekin.. terus ... saya jilat cairan pejunya yang keluar sedikit... saya rasain ****** tom ...

www.duniasex.com/forum/showthread.php?p=1630340175 - 80k -



Jilat kilat kontol pramugara di kabin belakang - Bagaimanapun b...








Jilat kilat kontol pramugara di kabin belakang ... Peju Anakku » Waktu SMP (1) » Kunikmati Pemerkosaan i » Di balik kamar WC » Ika anak kos ...

www.erotikcerita.com/homosektual/_jilat_kilat_kontol_pramugara_di_kabin_bela/2/0 - 38k -



Cerita seru panas: katrin cewek karir..








trus Katryn gosok-gosokin peju-pejunya pake tangan ke seluruh badan.. trus do'i jilat-jilatin tuh tangan.. sambil senyum senyum kesenengan..dengan muka ...

ceritaserupanas.blogspot.com/2007/06/katrin-cewek-karir.html - 92k -



Cerita seru panas: Kisahku..








mengambil saputangan dan membersihkan memek WR yang ada peju dan darah. Wr hanya ... Memek WR terlihat merekah dan sangat merah, saya jilat ...

ceritaserupanas.blogspot.com/2007/08/kisahku.html - 102k -



My First Time - cabut sekolah - Story 29043 from myfirsttime.com








Gue jilat tuh permukaannya en dia stop jilat punya gue cuma masih digenggamnya. ... Dia telan semua peju gue dan membersihkan yang tersisa. ...

myfirsttime.com/storys/290/29043.html - 13k -



Arthur: Perawatan Medis Plus - 2








Kontol saya langsung memuntahkan peju kedalam mulut Mia yang mungil. ... Saya jilat vaginanya yang berwarna merah, klitorisnya yang besar ...

www.ceritamesum.com/lihat/printview-2104.html?PHPSESSID=4e38d6f55a969dcc0626048f12feac27 - 14k -